Page 55 - Sistem Informasi dan Pengendalian (2 Maret 2026)
P. 55

SISTEM INFORMASI
 DAN PENGENDALIAN INTERNAL DALAM AKUNTANSI                       BAB 3: ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP)



               8.  Vendor ERP seperti Sage, Epicor, dan Infor umumnya digunakan oleh:
                   A.  UMKM dengan struktur sederhana
                   B.  Perusahaan multinasional global
                   C.  Perusahaan skala menengah
                   D.  Pemerintah daerah


               9.  Tantangan terbesar dalam implementasi ERP yang sering menyebabkan penolakan adalah:
                   A.  Perubahan proses bisnis dan resistensi karyawan
                   B.  Terlalu banyak biaya pemasaran
                   C.  Tidak tersedianya vendor lokal
                IAI WEB VERSION
                   D.  Koneksi internet yang lambat

               10.  Strategi implementasi ERP Phased memiliki keunggulan:
                   A.  Biaya lebih murah
                   B.  Semua sistem langsung diganti sekaligus
                   C.  Fokus per modul dan risiko lebih kecil
                   D.  Tidak diperlukan pelatihan apa pun

               Esai

               Soal 1.

               Jelaskan bagaimana manajemen perubahan dan peran pengguna menjadi faktor kritis dalam
               keberhasilan implementasi sistem ERP.


               Soal 2.
               PT  Kudapan  Jaya    adalah  perusahaan  manufaktur  makanan  ringan  skala  menengah  yang
               sedang mengalami pertumbuhan pesat. Selama ini, perusahaan menggunakan beberapa
               sistem terpisah (stand-alone) untuk mengelola keuangan, SDM, inventaris, dan penjualan.

               Namun, akibat tidak terintegrasinya sistem:
               •   Laporan keuangan sering terlambat karena data harus dikompilasi manual dari berbagai
                   departemen.
               •   Divisi penjualan tidak bisa memantau stok secara real-time, sehingga beberapa kali terjadi
                   over-selling.
               •   HR kesulitan menghitung lembur dan tunjangan secara akurat karena data absensi tidak
                   terhubung ke sistem penggajian.

               Manajemen puncak kemudian memutuskan untuk mengimplementasikan sistem ERP. Setelah
               berkonsultasi dengan beberapa vendor, perusahaan memilih ERP vendor lokal yang menawarkan
               pendekatan modular dengan harga kompetitif. Proyek direncanakan menggunakan pendekatan
               phased implementation, dimulai dengan modul Keuangan dan SDM, lalu dilanjutkan ke modul
               Produksi dan Penjualan.


               Namun, 3 bulan setelah implementasi dimulai, tim proyek menghadapi kendala:
               •   Karyawan mengeluhkan antarmuka sistem yang rumit.
               •   Konsultan tidak memiliki pemahaman yang cukup tentang proses produksi makanan.






 46  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  47
   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60