Page 56 - Sistem Informasi dan Pengendalian - Ikatan Akuntan Indonesia
P. 56

SISTEM INFORMASI
 DAN PENGENDALIAN INTERNAL                                           BAB 3: ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP)



                   8.  Vendor ERP seperti Sage, Epicor, dan Infor umumnya digunakan oleh:
                       A.  UMKM dengan struktur sederhana
                       B.  Perusahaan multinasional global
                       C.  Perusahaan skala menengah
                       D.  Pemerintah daerah


                   9.  Tantangan terbesar dalam implementasi ERP yang sering menyebabkan penolakan adalah:
                       A.  Perubahan proses bisnis dan resistensi karyawan
                       B.  Terlalu banyak biaya pemasaran
                       C.  Tidak tersedianya vendor lokal
                     IAI WEB VERSION
                       D.  Koneksi internet yang lambat

                   10.  Strategi implementasi ERP Phased memiliki keunggulan:
                       A.  Biaya lebih murah
                       B.  Semua sistem langsung diganti sekaligus
                       C.  Fokus per modul dan risiko lebih kecil
                       D.  Tidak diperlukan pelatihan apa pun

                   Esai

                   Soal 1.
                   Jelaskan bagaimana manajemen perubahan dan peran pengguna menjadi faktor kritis dalam
                   keberhasilan implementasi sistem ERP.


                   Soal 2.
                   PT  Kudapan  Jaya    adalah  perusahaan  manufaktur  makanan  ringan  skala  menengah  yang
                   sedang mengalami pertumbuhan pesat. Selama ini, perusahaan menggunakan beberapa
                   sistem terpisah (stand-alone) untuk mengelola keuangan, SDM, inventaris, dan penjualan.
                   Namun, akibat tidak terintegrasinya sistem:
                   •   Laporan keuangan sering terlambat karena data harus dikompilasi manual dari berbagai
                       departemen.

                   •   Divisi penjualan tidak bisa memantau stok secara real-time, sehingga beberapa kali terjadi
                       over-selling.

                   •   HR kesulitan menghitung lembur dan tunjangan secara akurat karena data absensi tidak
                       terhubung ke sistem penggajian.
                   Manajemen puncak kemudian memutuskan untuk mengimplementasikan sistem ERP. Setelah
                   berkonsultasi dengan beberapa vendor, perusahaan memilih ERP vendor lokal yang menawarkan
                   pendekatan modular dengan harga kompetitif. Proyek direncanakan menggunakan pendekatan
                   phased implementation, dimulai dengan modul Keuangan dan SDM, lalu dilanjutkan ke modul
                   Produksi dan Penjualan.

                   Namun, 3 bulan setelah implementasi dimulai, tim proyek menghadapi kendala:

                   •   Karyawan mengeluhkan antarmuka sistem yang rumit.
                   •   Konsultan tidak memiliki pemahaman yang cukup tentang proses produksi makanan.






 46  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  47
   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61