Page 60 - Sistem Informasi dan Pengendalian (2 Maret 2026)
P. 60

SISTEM INFORMASI
            DAN PENGENDALIAN INTERNAL DALAM AKUNTANSI                                                                                                                          BAB 4: SISTEM INFROMASI DAN PENGENDALIAN INTERNAL



            1.  Perlindungan aset: mencegah atau mendeteksi perolehan, penggunaan atau perpindahan
                aset secara tidak sah.
            2.  Menjaga catatan secara terinci agar dapat melaporkan aset-aset perusahaan secara akurat
                dan wajar.
            3.  Memberikan informasi yang akurat dan andal.
            4.  Menyusun laporan keuangan sesuai dengan kriteria (standar) yang diharuskan.

            5.  Mendukung dan meningkatkan efisiensi operasi.
            6.  Mendorong kepatuhan terhadap kebijakan manajemen yang telah ditetapkan.
            7.  Mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku.
                IAI WEB VERSION
            Pengendalian internal merupakan suatu proses karena melekat ke dalam aktivitas operasional
            organisasi dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas manajemen.
            Pengendalian internal hanya mampu memberikan tingkat keyakinan yang memadai; keyakinan
            absolut sangat sulit untuk dicapai dan memerlukan biaya yang sangat tinggi. Selain itu, sistem
            pengendalian internal juga memiliki keterbatasan yang melakat, seperti misalnya kemungkinan
            terjadinya kesalahan-kesalahan kecil, pertimbangan dan pengambilan keputusan yang tidak
            tepat, dominasi manajemen, dan bahkan kolusi.


            Mengembangkan sistem pengendalian internal memerlukan pemahaman yang menyeluruh atas
            kapabilitas dan risiko dari teknologi informasi (TI), demikian pula halnya dengan bagaimana
            menggunakan  TI untuk mencapai tujuan pengendalian internal organisasi. Akuntan dan
            pengembang sistem membantu manajemen dalam mencapai tujuan pengendalian dengan
            cara (1) merancang sistem pengendalian yang efektif sehingga dapat mengambil pendekatan
            proaktif untuk menghilangkan ancaman terhadap sistem serta mendeteksi, mengoreksi dan
            memulihkan dari ancaman tersebut ketika terjadi; dan (2) memudahkan manajemen untuk
            membangun pengendalian ke dalam suatu sistem pada tahap perancangan awal dibandingkan
            dengan menambahkannya setelah ancaman tersebut terjadi.
            Pengendalian internal menjalankan tiga fungsi penting:
            1.  Pengendalian preventif untuk mencegah masalah sebelum terjadi. Misalnya mempekerjakan
                personil yang memiliki keahlian, membagi wewenang karyawan, dan mengendalikan akses
                fisik atas asset dan informasi.
            2.  Pengendalian detektif untuk menemukan masalah yang tidak dapat dicegah. Misalnya
                pengecekan ulang atas perhitungan dan penyusunan rekonsiliasi bank dan neraca saldo
                bulanan.
            3.  Pengendalian korektif untuk mengidentifikasi dan memperbaiki masalah serta memperbaiki
                dan memulihkannya dari kesalahan yang terjadi. Misalnya mengarsip salinan dokumen,
                mengoreksi input data yang salah, dan memasukkan ulang transaksi untuk pemrosesan
                berikutnya.

            Pengendalian internal seringkali dibedakan ke dalam dua katagori:
            1.  Pengendalian umum untuk memastikan lingkungan pengendalian dari suatu organisasi
                stabil dan dikelola dengan baik. Contohnya termasuk keamanan, infrastruktur TI, serta
                perolehan, pengembangan dan perawatan piranti lunak.








             52                    Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak                Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak        53
   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65