Page 62 - Sistem Informasi dan Pengendalian - Ikatan Akuntan Indonesia
P. 62

SISTEM INFORMASI
 DAN PENGENDALIAN INTERNAL                                  BAB 4: SISTEM INFORMASI DAN PENGENDALIAN INTERNAL



                   2.  Pengendalian aplikasi untuk memastikan transaksi telah diproses dengan benar.
                       Pengendalian aplikasi menekankan pada akurasi, kelengkapan, validitas dan otorisasi
                       data yang diperoleh, dimasukkan, diproses, disimpan, dipindahkan ke sistem lain, serta
                       dilaporkan.

                   Robert Simons dalam Romney dan  Steinbart (2012), seorang  professor bidang bisnis  dari
                   Harvard menemukan empat level pengendalian untuk membantu manajemen dalam mengatasi
                   konflik antara kreativitas dan pengendalian. Keempat level pengendalian tersebut adalah:
                   1.  Belief system menggambarkan bagaimana suatu organisasi menciptakan nilai, membantu
                       para pegawainya dalam memahami visi manajemen, mengkomunikasikan nilai-nilai dasar
                       dari organisasi tersebut dan menginspirasi para pegawainya untuk menerapkan dalam
                     IAI WEB VERSION
                       nilai-nilai tersebut.
                   2.  Boundary system membantu para pegawai agar dapat bertindak etis dengan menetapkan
                       batasan-batasan  atas  perilaku  pegawai.  Pegawai  tidak  harus  diberitahu  apa  yang  harus
                       mereka lakukan, melainkan mereka didorong untuk secara kreatif menyelesaikan masalah
                       dan memenuhi kebutuhan pelanggan sembari memenuhi standar kinerja minimumnya
                       dan menghindari tindakan-tindakan yang mungkin dapat merusak reputasi mereka.
                   3.  Diagnostic control system mengukur, memonitor dan membandingkan kemajuan actual
                       perusahaan dengan anggaran dan target kinerjanya. Umpan balik dapat membantu
                       manajemen untuk menyesuaikan dan memperbaiki input dan proses sehingga output di
                       masa mendatang dapat memenuhi target kinerja yang diinginkan.
                   4.  Interactive control system membantu manajemen untuk memusatkan perhatian dari
                       bawahannya hanya ke isu-isu strategis dan lebih terlibat dalam proses pengambilan
                       keputusan. Data sistem interaktif diinterpretasikan dan dibahas secara tatap muka dalam
                       suatu rapat antara atasan, bawahan dan rekan sejawatnya.

                   4.3  MEMBANDINGKAN KERANGKA PENGENDALIAN INTERNAL

                   Dalam mengembangkan kerangka pengendalian internal terdapat beberapa pendekatan yang
                   digunakan. Tiga pendekatan yang umumnya digunakan adalah sebagai berikut:

                   4.3.1  COBIT Framework

                   Information System Audit and Control Association (ISACA) mengembangkan kerangka Control
                   Objectives  for  Information  and  Related  Technology  (COBIT).  COBIT  menyusun  standar
                   pengendalian dari 36 sumber yang berbeda ke dalam satu kerangka tuggal yang memungkinkan
                   untuk (1) menjadi acuan bagi manajemen untuk melakukan praktik pengamanan dan
                   pengendalian dari lingkungan teknologi Informasi (TI), (2) digunakan bagi para pengguna untuk
                   memastikan terdapat pengamanan dan pengendalian  TI yang memadai, dan (3) digunakan
                   oleh para auditor untuk menghasilkan opini audit serta untuk memberikan masukan-masukan
                   dalam hal yang terkait dengan keamanan dan pengendalian TI.


                   COBIT adalah framework menyeluruh yang menyediakan struktur konseptual, panduan praktis,
                   dan model pengukuran kinerja untuk tata kelola dan manajemen TI. COBIT menjadi acuan
                   internasional dalam tata kelola TI dan digunakan oleh berbagai sektor, termasuk pemerintah,
                   korporasi multinasional, perbankan, dan sektor publik.







 52  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  53
   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66   67