Page 83 - Sistem Informasi dan Pengendalian (2 Maret 2026)
P. 83
SISTEM INFORMASI
DAN PENGENDALIAN INTERNAL DALAM AKUNTANSI BAB 5: AUDIT ATAS SISTEM INFORMASI BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI
TUJUAN PEMBELAJARAN:
1. Tujuan audit sistem informasi dan pendekatan yang digunakan.
2. Evaluasi pengendalian internal dalam sistem informasi.
3. Penggunaan software computer audit dan perannya dalam menunjang audit sistem informasi.
4. Evaluasi teknologi informasi terkini untuk menunjang audit sistem informasi.
5.1 MEMAHAMI TUJUAN AUDIT SISTEM INFORMASI DAN
PENDEKATAN YANG DIGUNAKAN
IAI WEB VERSION
Tujuan utama audit sistem informasi adalah untuk meninjau dan menilai efektivitas
pengendalian internal yang melindungi sistem TI organisasi. Dalam pelaksanaannya, auditor
harus memastikan enam aspek utama ini telah terpenuhi:
1. Keamanan Umum: Pengamanan menyeluruh terhadap perangkat keras, perangkat lunak,
komunikasi, dan data agar terlindung dari akses, perubahan, atau kerusakan yang tidak
sah.
2. Pengembangan dan Akuisisi Sistem: Audit memastikan bahwa seluruh proses pengembangan
dan pembelian sistem telah disetujui oleh manajemen. Auditor hanya bertindak sebagai
peninjau independen, tanpa terlibat langsung dalam proses pengembangan, guna menjaga
objektivitas.
• Kesalahan umum dalam pengembangan meliputi:
a) Kesalahan tidak disengaja akibat miskomunikasi spesifikasi atau kelalaian.
b) Penyisipan instruksi ilegal secara sengaja ke dalam program.
3. Modifikasi Program: Semua perubahan terhadap program harus melalui otorisasi dan
persetujuan resmi dari manajemen.
4. Pemrosesan Transaksi: Audit bertujuan memastikan keakuratan dan kelengkapan seluruh
transaksi, file, laporan, dan catatan yang diproses melalui sistem komputer.
5. Keandalan Sumber Data: Menjamin bahwa data input berasal dari sumber yang valid dan
telah melalui proses otorisasi yang sah.
6. Penyimpanan Arsip Data: Menjamin bahwa data yang tersimpan bersifat akurat, lengkap,
dan terjaga kerahasiaannya.
Audit sistem informasi dilakukan dengan pendekatan berbasis risiko (risk-based audit), yang
mencakup langkah-langkah berikut:
1. Identifikasi Ancaman: Mengenali potensi kesalahan atau kecurangan, baik yang disengaja
maupun tidak disengaja, yang dapat membahayakan sistem.
2. Identifikasi Pengendalian: Menentukan pengendalian internal yang dirancang untuk
mencegah, mendeteksi, atau memperbaiki ancaman tersebut.
3. Evaluasi Pengendalian:
• Meninjau apakah pengendalian telah diterapkan sesuai rancangan,
• Melakukan uji pengendalian untuk memastikan efektivitas implementasinya.
4. Analisis Kelemahan Pengendalian: Menilai dampak dari kelemahan pengendalian terhadap
strategi audit. Bila risiko dianggap tinggi, auditor perlu mengumpulkan lebih banyak bukti
atau menggunakan teknik audit yang lebih ketat. Kelemahan di satu area mungkin dapat
dikompensasi oleh pengendalian di area lain.
74 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 75

