Page 91 - Sistem Informasi dan Pengendalian (2 Maret 2026)
P. 91

SISTEM INFORMASI
 DAN PENGENDALIAN INTERNAL DALAM AKUNTANSI  BAB 5: AUDIT ATAS SISTEM INFORMASI BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI



                   c.  Memantau dan mengevaluasi prosedur penanganan arsip oleh personil operasi;
                   d.  Memantau persiapan dan penyimpanan cadangan arsip off-site;
                   e.  Verifikasi efektivitas penggunaan prosedur perlindungan atas virus;
                   f.  Verifikasi pengendalian pemutakhiran berkelanjutan dan enkripsi data;
                   g.  Verifikasi kelengkapan, keberlakuan, dan pengujian rencana pemulihan kerusakan;
                   h.  Rekonsiliasi total di arsip utama dengan total pengendalian yang dilakukan secara
                       terpisah;
                   i.   Memantau prosedur yang digunakan untuk mengendalikan konversi arsip.

               5.  Pengendalian pengganti yang mungkin ada antara lain:
                   a.  Pengendalian pengguna dan pemrosesan data yang kuat;
                IAI WEB VERSION
                   b.  Pengendalian keamanan komputer yang efektif.

               5.4 MEMAHAMI PENGUNAAN PIRANTI LUNAK COMPUTER AUDIT
                    DAN PERANNYA DALAM MENUNJANG AUDIT SISTEM INFORMASI


               Computer Assisted Audit Techniques (CAATS) adalah perangkat lunak audit—juga dikenal
               sebagai generalized audit software—yang dirancang berdasarkan instruksi spesifik dari auditor
               untuk menjalankan prosedur audit secara otomatis. Dengan kata lain, CAATS mempermudah
               atau mengotomatiskan proses audit yang sebelumnya dilakukan secara manual. Dua contoh
               perangkat lunak CAATS yang paling umum digunakan adalah Audit Command Language
               (ACL) dan Interactive Data Extraction and Analysis (IDEA).

               CAATS sangat efektif digunakan untuk mengaudit data dalam jumlah besar, karena mampu
               menyaring dan mengekstrak informasi penting yang relevan bagi proses audit. Untuk
               menggunakannya, auditor harus terlebih dahulu merumuskan tujuan audit, memahami
               struktur  database  atau  arsip  yang  akan  diperiksa,  merancang  bentuk  laporan  audit  yang
               diinginkan, serta menentukan metode pemrosesan data. Informasi ini kemudian dituangkan
               ke dalam lembar spesifikasi dan diinput ke dalam sistem. Selanjutnya, program CAATS akan
               memproses copy data perusahaan—bukan data asli—guna menghindari gangguan terhadap
               data operasional, dan menghasilkan laporan sesuai kebutuhan audit.


               Meskipun CAATS  dapat  meningkatkan  efisiensi,  teknologi ini tidak  menggantikan
               profesionalisme dan penilaian auditor. Auditor tetap perlu menyelidiki temuan dalam laporan
               pengecualian, melakukan verifikasi terhadap data sumber, serta melaksanakan pengujian dan
               evaluasi terhadap sampel data.


               CAATS sangat bermanfaat bagi organisasi dengan  proses bisnis yang kompleks, lokasi
               operasional tersebar, volume transaksi besar, atau sistem informasi yang beragam. Adapun
               fungsi utama CAATS mencakup:

               1.  Menjalankan query terhadap database untuk menemukan catatan yang memenuhi kriteria
                   tertentu,
               2.  Membuat, memperbarui, membandingkan, mengekspor, dan menggabungkan data,
               3.  Menyaring, mengurutkan, dan meringkas data,
               4.  Mengakses data dari berbagai format dan mengubahnya menjadi format standar,
               5.  Memeriksa kualitas, kelengkapan, konsistensi, dan keakuratan catatan,






 82  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  83
   86   87   88   89   90   91   92   93   94   95   96