Berita IAI

IAI menjadi pembicara dalam ICAI Global Webinar - Kolaborasi Profesi Akuntansi Global Antisipasi Dampak Covid-19

14 April 2020 - Siaran Pers


Pandemi Covid-19 telah mendisrupsi berbagai sendi kehidupan di banyak negara dan dunia. Banyak perekonomian sudah mengalami lockdown, perbatasan ditutup, dan bisnis multinasional hingga lokal terdisrupsi. Fenomena ini memberi gangguan yang sangat signifikan atas supply chain dari perusahaan berskala lokal dan global, secara dramatis menurunkan profit entitas, dan kesulitan kas menimpa hampir semua pemain bisnis, terutama pemula dan SME (small medium enterprises/UMKM) di seluruh dunia. SME dinilai sebagai entitas bisnis yang paling rentan mengalami masalah likuiditas ekstrim yang bisa berujung kebangkrutan.

Hal itu dikatakan Presiden International Federation of Accountants (IFAC) dalam webinar virtual yang diselenggarakan Institute Chartered Accountants of India (ICAI), Selasa malam, 13 April 2020. Webinar yang berlangsung selama lebih dari 3 jam itu, diikuti lebih dari 100 ribu peserta dari seluruh dunia, mengangkat topik terkait dampak Covid-19 terhadap pelaporan keuangan dan asurans.

Selain In Ki Joo, panelis global yang juga ikut berbagi pemikiran tentang topik tersebut antara lain Alan Johnson (Wakil Presiden, IFAC), Arjuna Herath (Ketua, IFAC PAODC), Florin Toma (Presiden, Accountancy Europe), Ram Subramanian (Penasihat Kebijakan - Pelaporan, CPA Australia), Wan Tin (Presiden, AFA) dan Rosita Uli Sinaga (Anggota Dewan Pengurus Nasional, IAI). Dibuka dengan keynote speech dari Suresh Prabhu (Anggota Rajya Sabha  - Parlemen  India dan Perwakilan Pribadi Perdana Menteri India  untuk G7 dan G20), diskusi dimoderatori oleh Atul Kumar Gupta (Presiden, ICAI).

In Ki Joo berpendapat, ini adalah waktunya bagi profesi dan akuntan profesional untuk membantu restorasi ekonomi global hingga kembali normal. Profesi akuntan memiliki kekuatan esensial untuk memperkuat pasar keuangan dan ekonomi secara berkelanjutan. Pada kesempatan itu, In Ki Joo mengapresiasi banyaknya anggota dan organisasi profesi di seluruh dunia yang mengeluarkan guidance terkait dengan Covid 19. 

Link guidance profesi yang diterbitkan IFAC bisa dibaca dan diunduh pada link berikut:

https://www.ifac.org/knowledge-gateway/series/covid-19-resources-ifacs-network

“Mari kita pastikan  agar SMP (small medium practitioner) dan SME dapat mengaksesnya karena mereka akan sangat membutuhkannya,” pinta In Ki Joo yang bergabung dalam webinar ini dari kediamannya di Seoul, Korea Selatan.

“Saya harap kita bisa mengatasinya melalui global collaboration dan global cooperation. Kita sudah pernah menghadapi masalah sebelumnya, kita pasti bisa mencarikan solusinya,” ujarnya. Mengutip pendapat Yuval Noah Harari, author Sapiens dan Homo Deus, In Ki Joo mengatakan setelah krisis ini, kita akan mewarisi dunia yang berbeda. Kita tidak tahu dunia seperti apa yang akan kita hadapi, tapi dunia baru ini akan bercirikan level komunikasi yang makin intens, dan proteksi yang lebih baik bagi lingkungan dan kesehatan publik.

In Ki Joo mengatakan, profesi akuntan sudah biasa menghadapi perubahan. Karena itu profesi hari ini harus fokus dan mampu beradaptasi, serta bekerja dengan penuh kreativitas dan fleksibilitas. Tools digital adalah infrastruktur yang bisa dioptimalkan pada kondisi saat ini, dan bisa tetap menjadi platform utama ketika ini berakhir. Ia juga menekankan pentingnya bagi profesi akuntan untuk berkolaborasi semakin intensif dengan klien, regulator, dan stakeholders lainnya.

Dampak Covid-19 terhadap Penerapan PSAK di Indonesia 


Anggota DPN IAI, Rosita Uli Sinaga yang menjadi panelis dalam global webinar tersebut menekankan kepada seluruh anggota IAI untuk selalu menjaga profesionalisme dan integritas dengan segala cara. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memberi para anggota akses ke peluang pengembangan dan informasi terkini tentang profesi, termasuk yang terkait dengan Covid-19. Mengenai pelaporan keuangan, IAI sepenuhnya mendukung peran Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) IAI sebagai badan penyusun standar yang independen. 

Menanggapi pertanyaan para pemangku kepentingan dan untuk memberikan klarifikasi terhadap ketidakpastian terkait dengan Covid-19 dan dampaknya terhadap pelaporan keuangan, DSAK IAI telah mengeluarkan dua panduan untuk memberikan klarifikasi tentang penerapan standar relevan yang relevan mengingat Covid-19.

Penjelasan lebih lengkap terkait dampak Covid-19 terhadap penerapan PSAK 71 dan PSAK lainnya bisa dibaca melalui link:

http://iaiglobal.or.id/v03/berita-kegiatan/detailberita-1236-iai--antisipasi-profesi-atas-pandemi-covid19

Rosita juga mengapresiasi sejumlah kebijakan pemerintah untuk memitigasi dampak yang disebabkan oleh pandemi termasuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa lokasi di Indonesia. Selain itu, otoritas di Indonesia juga telah memperkenalkan sejumlah stimulus ekonomi dan relaksasi peraturan, termasuk memberikan insentif pajak bagi mereka yang terdampak Covid-19.

Terkait dampak Covid-19 bagi pelaporan keuangan entitas, Rosita menekankan  kondisi ini adalah situasi yang sangat unik dan baru. Karena itu, akan sulit untuk mengembangkan model yang tepat untuk memperkirakan komponen berwawasan ke depan. Entitas perlu menilai berdasarkan peristiwa masa lalu, kondisi saat ini, dan perkiraan kondisi ekonomi. Dalam menilai kondisi dan membuat proyeksi, pertimbangan harus diberikan baik pada efek Covid-19 maupun dampak dukungan pemerintah yang signifikan.

“Ini akan menjadi penilaian yang sangat menantang bagi entitas dan juga akan menjadi risiko yang signifikan bagi auditor eksternal. Oleh karena itu, pengungkapan yang tepat akan diperlukan untuk memberikan informasi yang lebih transparan kepada publik terutama tentang sifat risiko dan bagaimana entitas mengelola risiko kepada publik,” jelas Rosita.

Rosita menambahkan, setelah mengujicobakan dua kelas menjadi virtual pada akhir Maret lalu, IAI telah berhasil melakukan webinar virtual pertama pada 2 April 2020, dihadiri oleh hampir 200 peserta yang bersemangat membahas masalah yang berkaitan dengan PSAK 71 tentang Instrumen Keuangan - ekuivalen Indonesia dengan IFRS 9 Financial Instruments. IAI berharap dapat melakukan kegiatan online serupa, untuk memastikan akuntan profesional di Indonesia akan terus mempertahankan kompetensi teknis mereka di sepanjang situasi yang terbatas ini.

Global Collaboration

Pada bagian penutup dari global webinar, Deputy President IFAC, Alan Johnson menekankan bahwa profesi harus bekerjasama dengan semua stakeholders utama untuk mengantisipasi dampak krisis ini. Profesi akuntan harus bersama-sama mempromosikan kepentingan publik, karena pekerjaan profesi ini penting bagi terciptanya pasar keuangan yang sehat, bagi bisnis berskala besar dan UMKM, serta bagi komunitas, keluarga, dan individu.

Ia mendorong semua pihak ambil bagian, dan masing-masing individu harus berbuat yang terbaik untuk mendukung regulator, bisnis kecil dan perusahaan besar, entrepreneur, hingga anggota komunitas agar bangkit dari dampak Covid-19 di seluruh dunia.

“Dunia tidak mengantisipasi pandemi seperti ini dan mitigasi yang dilakukan biasanya tidak pernah cukup bagus. Kita harus memastikan dunia bisa bersiap terhadap krisis yang sama di masa depan,” ujar Alan. “Seberapa banyak kerusakan yang disebabkan, dan berapa lama ini akan pulih seperti sebelumnya, belum bisa diprediksi secara tepat. Yang jelas kerusakannya sangat besar dengan miliaran orang terdampak di seluruh dunia,” ujar Alan.

Alan menilai, keterampilan profesional akuntan saat ini dibutuhkan lebih dari sebelumnya. Profesi harus membantu pemerintah, perusahaan, society, dan individual, dalam merencanakan strategi krisis dan mendukung aktivitasnya selama dan setelah krisis. “Ini adalah kesempatan sekaligus tanggungjawab profesi sehingga kita harus memastikan apa yang dilakukan sesuai dengan standar public interest”, tutupnya.

Tentang IAI

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) adalah organisasi profesi akuntan yang menaungi seluruh akuntan di Indonesia. IAI merupakan anggota dan pendiri International Federation of Accountants (IFAC) dan ASEAN Federation of Accountants (AFA), serta associate member Chartered Accountants Worldwide (CAW).

Terkait pandemi Covid-19, IAI telah mengeluarkan sejumlah guidance yang bisa diakses melalui http://iaiglobal.or.id/v03/home