Page 138 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 138

PELAPORAN KORPORAT




                 Penyajian Bangunan dalam Laporan Posisi Keuanan per 31 Desember 20X2:
                 Biaya perolehan                  568.421.053
                 Dikurangi: akumulasi penyusutan  (28.421.053)
                 Nilai tercatat                   540.000.000
                 Jika PT MFE menggunakan motode eliminasi:
                 31 Desember 20X2 – Penyesuaian nilai wajar
                 Dr. Akumulasi Penyusutan                                    25.000.000
                                                  Cr. Bangunan                                 25.000.000
                 Dr. Bangunan                                                65.000.000
                                                  Cr. Surplus Revaluasi                        65.000.000
                 Penyajian Bangunan dalam Laporan Posisi Keuanan per 31 Desember 20X2:
                       IAI WEB VERSION
                 Biaya perolehan                  540.000.000
                 Dikurangi: akumulasi penyusutan  -
                 Nilai tercatat                   540.000.000



                 5.3.5  Penyusutan

                 Penyusutan merupakan pengalokasian nilai perolehan aset secara sistematis sepanjang masa
                 manfaat aset. Berikut beberapa pengaturan penting terkait dengan penyusutan aset tetap.

                 1.  Periode Penyusutan
                     Penyusutan dimulai pada saat aset siap untuk digunakan, yaitu ketika aset berada di
                     lokasi dan kondisi agar aset siap digunakan sesuai dengan intensi manajemen. Penyusutan
                     aset dihentikan lebih awal ketika aset tersebut direklasifikasi ke aset tidak lancar yang
                     dikuasai untuk dijual (sesuai PSAK 105:  Aset Tidak Lancar yang Dikuasai untuk Dijual

                     dan Operasi yang Dihentikan) atau aset tersebut dilepaskan. Dilepaskan dalam hal dapat
                     melalui penjualan, pertukaran, dihibahkan, atau hilang. Oleh karena itu, penyusutan tidak
                     dihentikan pengakuannya ketika aset tidak digunakan atau dihentikan penggunaannya,
                     kecuali aset telah habis disusutkan.

                 2.  Pengakuan Beban Penyusutan
                     Beban penyusutan untuk setiap periode diakui di laba rugi. Pencatatan atas beban
                     penyusutan dilakukan dengan mendebet beban penyusutan dan mengkredit akumulasi
                     penyusutan dari aset terkait. Angka akumulasi penyusutan akan disajikan sebagai pengurang
                     dari biaya perolehan aset sehingga dihasilkan nilai tercatat aset.

                     Tidak seluruh beban penyusutan langsung diakui di laba rugi.  Terdapat pengecualian
                     ketika beban penyusutan aset tersebut dimasukkan dalam jumlah tercatat aset lainnya.
                     Misalnya, beban penyusutan dari aset yang digunakan untuk kegiatan produksi merupakan
                     komponen biaya  overhead. Biaya  overhead diakumulasikan dengan biaya bahan baku
                     langsung dan biaya tenaga kerja langsung menjadi persediaan. Ketika proses persediaan
                     belum  selesai, maka  ketiga biaya  tersebut  diakumulasikan di  persediaan barang dalam
                     proses (work-in-process) dan ketika proses produksi sudah 100%, maka akumulasi ketiga
                     biaya tersebut disajikan di persediaan barang jadi. Akumulasi biaya produksi tersebut
                     akan diakui di laba rugi sebagai beban pokok penjualan pada saat produk telah terjual.











                 130                   Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak                Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak        131
   133   134   135   136   137   138   139   140   141   142   143