Page 141 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 141
BAB 5: ASET TIDAK LANCAR
5.3.6 Penghentian Pengakuan
Prinsip pengentian pengakuan aset tetap tidak berbeda dengan prinsip pengakuan properti
investasi yang sudah dijelaskan di bagian sebelumnya. Aset tetap dihentikan pengakuannya
ketika dilepaskan atau ketika tidak terdapat lagi manfaat ekonomik masa depan yang dapat
diharapkan dari penggunaan atau pelepasan. Pelepasan aset tetap dapat dilakukan melalui
berbagai cara, misalnya dijual, disewakan melalui sewa pembiayaan atau disumbangkan.
Pada saat penghentian pengakuan, perusahaan mengakui selisih antara hasil pelepasan neto dan
jumlah tercatat aset sebagai keuntungan atau kerugian penghentian pengakuan yang disajikan
di laba rugi. Hasil pelepasan neto diperoleh dengan mengurangi hasil pelepasan dengan
biaya yang dikeluarkan dalam rangka pelepasan aset tersebut. Imbalan yang diterima dari
IAI WEB VERSION
pelepasan aset tetap diakui awalnya pada nilai wajar. Jika pembayaran imbalan ditangguhkan,
maka imbalan yang akan diterima diakui pada nilai yang setara dengan harga jual tunai.
Perbedaan antara nilai nominal dan nilai yang setara dengan harga jual tunai diakui sebagai
pendapatan bunga. Ketika penghentian pengakuan aset tetap disebabkan karena transaksi
jual dan sewa kembali (sale and leaseback), maka keuntungan atau kerugian dari penjualan
aset tetap harus ditangguhkan dan diamortisasi selama masa sewa.
5.4 ASET TAK BERWUJUD
5.4.1 Definisi
Seringkali perusahaan mengeluarkan sumber daya dalam rangka perolehan, pengembangan,
pemeliharaan atau peningkatan sumber daya tidak berwujud, seperti ilmu pengetahuan
dan teknologi, desain, atau implementasi sistem baru. Pengeluaran sumber daya tersebut
akan diakui sebagai aset takberwujud jika memenuhi definisi aset takberwujud, yaitu
keteridentifikasian, pengendalian, dan adanya manfaat ekonomik masa depan. Jika terdapat
unsur yang tidak terpenuhi, maka pengeluaran sumber daya tersebut diakui sebagai beban
pada saat terjadinya. Contoh dari aset takberwujud adalah piranti lunak komputer, paten, hak
cipta, film, daftar pelanggan, waralaba, loyalitas pelanggan, dan hak pemasaran.
Berikut penjelasan dari tiga unsur aset takberwujud:
1. Keteridentifikasian
PSAK 238 mengatur mengenai apa yang dimaksud dengan keteridentifikasian. Suatu aset
dikatakan dapat diidentifikasi ketika:
(a) Dapat dipisahkan atau dibedakan dari perusahaan dan dijual, dialihkan, dilisensikan,
disewakan atau ditukarkan, baik secara tersendiri atau bersama dengan kontrak terkait,
aset atau liabilitas teridentifikasi, terlepas apakah entitas bermaksud untuk melakukan
hal tersebut, atau
(b) Timbul dari kontrak atau hak legal lainnya, terlepas dari apakah hak tersebut dapat
dialihkan atau dipisahkan dari entitas atau dari hak-hak dan kewajiban-kewajiban
lainnya.
2. Pengendalian
Perusahaan mengendalikan aset jika perusahaan:
(a) memiliki kemampuan untuk memperoleh manfaat ekonomik masa depan yang timbul
dari aset tersebut, dan
132 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 133

