Page 145 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 145
BAB 5: ASET TIDAK LANCAR
5) Tersedia kecukupan sumber daya teknis, keuangan dan sumber daya lain untuk
menyelesaikan pengembangan aset takberwujud dan untuk menggunakan atau menjual
aset tersebut.
6) Memiliki kemampuan untuk mengukur secara andal pengeluaran yang terkait dengan
aset tidak berwujud selama pengembangannya.
Jika perusahaan belum bisa menunjukkan seluruh hal di atas, maka biaya yang dikeluarkan
di tahap pengembangan dibebankan pada saat terjadinya. Pengakuan biaya penelitian dan
pengembangan dapat digambarkan secara bagan berikut ini.
Tahap Penelitian Tahap Pengembangan
IAI WEB VERSION
Belum dapat menunjukkan
Dapat menunjukkan pemenuhan
pemenuhan 6 kriteria
6 kriteria kapitalisasi
kapitalisasi
Dikapitalisasi sebagai Aset
Dibebankan Dibebankan
Takberwujud
5.4.3 Pengakuan Beban
Pengeluaran untuk aset takberwujud dibebankan pada saat terjadinya, kecuali:
1. Pengeluaran tersebut merupakan bagian dari biaya perolehan aset takberwujud yang
memenuhi kriteria pengakuan, atau
2. Sesuatu yang takberwujud diperoleh melalui kombinasi bisnis dan tidak dapat diakui
sebagai aset takberwujud, maka pengeluaran tersebut merupakan bagian dari goodwill
pada tanggal akuisisi.
Pengeluaran atas aset takberwujud yang awalnya diakui sebagai beban tidak boleh diakui
sebagai bagian dari biaya perolehan aset takberwujud di kemudian hari. Sebagai contoh,
pengeluaran di tahap penelitian dibebankan pada saat terjadinya. Biaya pengembangan juga
dibebankan pada saat terjadinya ketika perusahaan belum dapat menunjukkan pemenuhan
enam kriteria kapitalisasi. Seluruh pengeluaran yang telah dibebankan tersebut tidak boleh
diakui sebagai aset takberwujud meskipun aset takberwujud berhasil dihasilkan dari aktivitas
penelitian dan pengembangan tersebut.
5.4.4 Pengukuran Setelah Pengakuan
Setelah pengakuan awal, perusahaan boleh memilih untuk menyajikan aset takberwujud di
laporan posisi keuangan dengan menggunakan model biaya atau model revaluasi. Perusahaan
harus menerapkan model pengukuran yang sama untuk seluruh aset takberwujud dalam
kelompok yang sama.
Model biaya untuk aset takberwujud sama dengan model biaya untuk aset tetap. Jika perusahaan
memilih menggunakan model biaya, maka aset tetap disajikan pada biaya perolehan dikurangi
dengan akumulasi amortisasi dan akumulasi rugi penurunan nilai. Sama halnya dengan model
biaya, model revaluasi aset takberwujud juga sama dengan model revaluasi yang diterapkan
untuk aset tetap. Ketika menerapkan model revaluasi, maka aset takberwujud disajikan pada
jumlah revaluasian, yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi dengan akumulasi
amortisasi dan akumulasi rugi penurunan nilai.
136 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 137

