Page 208 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 208

PELAPORAN KORPORAT



                 Pasar Aktif Tersedia - Harga Kuotasi di Pasar Aktif

                 Bukti terbaik dari nilai wajar adalah harga kuotasi di pasar yang aktif. Instrumen keuangan
                 dianggap memiliki kuotasi di pasar aktif jika harga yang dikuotasikan tersedia sewaktu-waktu
                 dan dapat diperoleh secara rutin dari bursa, pedagang efek (dealer), perantara efek (broker),
                 kelompok industri, badan pengawas (pricing service or regulatory agency), dan harga tersebut
                 mencerminkan transaksi pasar yang aktual dan rutin dalam suatu transaksi yang wajar (arm’s
                 lenght). Ada harga kuotasi yang berbeda untuk mengukur nilai wajar masing-masing jenis
                 instrumen keuangan, yaitu:
                 1.  Kuotasi harga pasar yang sesuai bagi aset yang dimiliki atau liabilitas yang akan diterbitkan
                     biasanya sama dengan harga penawaran yang berlaku (current bid price);
                       IAI WEB VERSION
                 2.  Kuotasi harga pasar untuk aset yang akan diperoleh atau liabilitas yang dimiliki adalah
                     harga permintaannya (asking price);
                 3.  Jika entitas memiliki aset dan liabilitas dimana risiko pasarnya saling hapus, maka entitas
                     dapat menggunakan nilai tengah dari harga pasar (mid-market prices) sebagai dasar untuk
                     menentukan nilai wajar posisi risiko yang saling hapus tersebut dan menerapkan harga
                     yang lebih sesuai, apakah harga penawaran (bid price) atau harga permintaan (asking

                     price); atau
                 4.  Apabila harga penawaran (bid price) dan harga permintaan (asking price) tidak tersedia,
                     maka harga yang digunakan dalam transaksi terkini dapat digunakan sebagai nilai wajar
                     saat ini,  sepanjang tidak ada perubahan yang signifikan atas kondisi ekonomi  sejak
                     transaksi tersebut terjadi.


                 Pasar Aktif Tidak Tersedia - Teknik Penilaian

                 Jika pasar untuk suatu instrumen keuangan tidak aktif, maka entitas menentukan nilai wajar
                 dengan menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian mencakup hal-hal berikut ini:
                 1.  Penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak-pihak yang
                     berkeinginan dan memahami;
                 2.  Penggunaan nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substansial sama (apabila
                     tersedia);
                 3.  Penggunaan analisis arus kas yang didiskonto (discounted cash flow analysis); dan
                 4.  Penggunaan model penetapan harga opsi (option pricing models).


                 Jika terdapat teknik penilaian yang biasa digunakan oleh para pelaku pasar dalam menentukan
                 harga instrumen dan teknik tersebut mampu menghasilkan estimasi harga yang andal dari
                 transaksi pasar yang aktual, maka entitas menggunakan teknik penilaian tersebut.


                 Tujuan penggunaan teknik penilaian adalah untuk menetapkan harga transaksi yang akan
                 terjadi pada tanggal pengukuran dalam transaksi pertukaran yang wajar dan dimotivasi oleh
                 pertimbangan-pertimbangan  bisnis  yang normal. Nilai wajar diestimasi  berdasarkan  hasil
                 dari teknik penilaian yang memaksimalkan penggunaan input pasar, dan sedapat mungkin
                 meminimalkan penggunaan input yang bersifat spesifik dari entitas. Entitas harus secara
                 konsisten  menggunakan  data  yang  berasal  dari  pasar  yang  sama  dengan  pasar  tempat
                 instrumen tersebut dibeli atau diterbitkan.







                 200                   Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak                Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak        201
   203   204   205   206   207   208   209   210   211   212   213