Page 206 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 206

PELAPORAN KORPORAT




                 Tanggal penyelesaian adalah tanggal di mana aset diserahkan kepada atau oleh entitas. Dalam
                 transaksi pembelian aset, aset yang dibeli akan diakui pada tanggal aset tersebut diterima
                 oleh entitas. Dalam transaksi penjualan aset, aset yang dijual akan dihentikan pengakuannya
                 ketika aset tersebut diserahkan kepada pembeli. Keuntungan atau kerugian dari penjualan
                 juga akan diakui pada tanggal yang sama, yaitu tanggal penyerahan. Ketika akuntansi tanggal
                 penyelesaian diterapkan, entitas harus mengakui setiap perubahan atas nilai wajar aset dalam
                 periode antara tanggal perdagangan dan tanggal penyelesaian sesuai kelompok aset tersebut.
                 Untuk aset yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
                 laba rugi, perubahan dalam nilai wajar diakui dalam laba rugi. Sedangkan untuk aset yang
                 diklasifikasikan sebagai aset keuangan tersedia untuk dijual, perubahan nilai wajarnya akan
                 diakui dalam penghasilan komprehensif lain.  Tidak ada pengakuan perubahan nilai wajar
                       IAI WEB VERSION
                 untuk aset yang diukur pada biaya perolehan atau biaya perolehan diamortisasi.


                 PSAK 109 secara spesifik menyatakan bahwa kontrak yang mensyaratkan atau mengizinkan
                 penyelesaian secara neto atas perubahan nilai kontrak (contohnya kontrak derivatif) bukan
                 merupakan kontrak yang lazim (reguler). Kontrak semacam itu akan diakui sebagai derivatif
                 sejak tanggal perdagangan (komitmen) hingga tanggal penyelesaian.

                 Contoh 7.7:

                 Pada tanggal 25 Juni 20X1, PT A berniat membeli 1.000.000 lembar saham dengan harga
                 Rp3.000.000.000. Pada tanggal 5 Juli 20X1 (tanggal penyelesaian), nilai wajar saham tersebut
                 adalah Rp.3.400.000.000. Investasi di saham tersebut tersebut adalah tujuannya (model bisnisnya)
                 untuk diperjualbelikan. Tahun buku PT A berakhir pada 31 Desember.
                 Berdasarkan akuntansi tanggal perdagangan, berikut ini adalah jurnal yang akan dibuat oleh PT A:
                     25 Juni 20X1
                     Investasi dalam saham                     3.000.000.000
                               Utang usaha                                  3.000.000.000
                     5 Juli 20X1
                     Utang usaha                                3.000.000.000
                               Kas                                            3.000.000.000
                     Investasi dalam saham                       400.000.000
                               Keuntungan belum terealisasi                 400.000.000

                 Apabila PT A menggunakan akuntansi tanggal penyelesaian, berikut ini adalah jurnal yang ia buat:

                     25 Juni 20X1
                     Tidak ada jurnal
                     5 Juli 20X1
                     Investasi dalam saham                     3.400.000.000
                               Kas                                            3.000.000.000
                               Keuntungan belum terealisasi                 400.000.000

                 Mengacu pada  ilustrasi di  atas,  apabila  tahun buku PT  A berakhir pada 30  Juni dan bukan  31
                 Desember, sedangkan nilai wajar saham pada tanggal 30 Juni adalah Rp3.100.000.000, maka jurnal
                 yang harus dibuat oleh PT A berdasarkan akuntansi tanggal perdagangan adalah:













                 198                   Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak                Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak        199
   201   202   203   204   205   206   207   208   209   210   211