Page 207 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 207

BAB 7: INSTRUMEN KEUANGAN




                    Contoh 7.7:
                        25 Juni 20X1
                        Investasi dalam saham                          3.000.000.000
                                 Utang usaha                                     3.000.000.000
                        30 Juni 20X1
                        Investasi dalam saham                             100.000.000
                                 Utang usaha                                        100.000.000
                        5 Juli 20X1
                        Utang saja                                       3.000.000.000
                                 Kas                                                3.000.000.000
                        Investasi dalam saham                           300.000.000
                                 Keuntungan belum terealisasi                     300.000.000
                       IAI WEB VERSION
                    Apabila PT A menggunakan akuntansi tanggal penyelesaian maka:

                        25 Juni 20X1
                        Tidak ada jurnal
                        30 Juni 20X1
                        Piutang lainnya                                     100.000.000
                                 Keuntungan belum terealisasi                     100.000.000
                        5 Juli 20X1
                        Investasi dalam saham                          3.000.000.000
                                 Kas                                                3.000.000.000
                                 Piutang lainnya                                     100.000.000
                                 Keuntungan belum terealisasi                     300.000.000


                   7.4.2  Pengukuran Setelahnya

                   Sebagaimana dijelaskan di bagian sebelumnya, dasar pengukuran aset keuangan dan liabilitas
                   keuangan menentukan klasifikasinya. Aset keuangan, sebagaimana di bagian klasifikasi, yaitu:
                   1.  Biaya perolehan diamortisasi;

                   2.  Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain; atau
                   3.  Nilai wajar melalui laba rugi.

                   Pertimbangan Dalam Pengukuran Nilai Wajar

                   Sesuai dengan PSAK  113: Pengukuran Nilai wajar, nilai wajar didefinisikan sebagai harga yang
                   akan  diterima  untuk  menjual  suatu  aset  atau  harga  yang  akan  dibayar  untuk  mengalihkan
                   suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Definisi
                   ini digunakan dalam konteks instrumen keuangan baik dalam pengukuran pada pengakuan
                   awal maupun pengukuran selanjutnya. PSAK 109 membuat hirarki untuk menentukan nilai
                   wajar yang akan digunakan entitas untuk mencatat instrumen keuangan pada pengukuran
                   selanjutnya. Hirarki tersebut merujuk pada ada atau tidaknya pasar aktif untuk instrumen
                   keuangan yang dimaksud. Hirarki ini digunakan untuk menentukan nilai wajar atas seluruh
                   instrumen keuangan, khususnya untuk mengukur nilai wajar aset keuangan dalam kelompok
                   diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan kelompok tersedia untuk dijual.












 198  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  199
   202   203   204   205   206   207   208   209   210   211   212