Page 44 - Sistem Informasi dan Pengendalian (2 Maret 2026)
P. 44
SISTEM INFORMASI
DAN PENGENDALIAN INTERNAL DALAM AKUNTANSI BAB 3: ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP)
5. Database
Hal ini berhubungan dengan informasi yang berasal dari pihak internal dan eksternal
organisasi yang nantinya disimpan ke dalam suatu penyimpanan bernama database ini.
Menurut Manager’s Guide to Enterprise Resources Planning (ISACA, 2001), pendorong penerapan
sistem ERP adalah sebagai berikut:
1. Dari segi bisnis
a. Kepuasan pelanggan
b. Proses yang lebih efisien
c. Untuk memenuhi persyaratan BPR
IAI WEB VERSION
d. Untuk memenuhi tantangan pasar yang kompetitif
e. Kekurangan tenaga kerja
2. Dari segi teknologi informasi
a. Kebutuhan integrasi sistem yang tidak terealisasikan pada legacy system (sistem yang
sekarang)
b. Modernisasi hardware dan software pada sistem
c. Kebutuhan untuk berinteraksi secara online terutama melalui internet
3.3 KEUNTUNGAN DAN TANTANGAN DALAM PENERAPAN SISTEM
ERP
Menurut Romney (2012:36) dalam bukunya berjudul Accounting Information Systems
12thEdition, keuntungan dari penerapan sistem ERP adalah sebagai berikut:
1. Sistem ERP menyajikan sisi pandang data dan situasi finansial dari perusahaan yang
terintegrasi, menyeluruh, dan enterprise-wide. Menyimpan semua informasi perusahaan
dalam satu database tersentralisasi dapat menanggulangi hambatan antar departemen
dalam perusahaan terkait data dan informasi korporasi dan merampingkan atau
mempersingkat aliran informasi dalam perusahaan.
2. Input data hanya dilakukan sekali, tidak seperti ketika memakai banyak sistem terpisah
dimana harus memasukkan data beberapa kali. Sehingga mengunduh data dari satu
sistem untuk dimasukkan ke sistem lain tidak lagi diperlukan.
3. Manajemen mendapatkan lebih banyak kemampuan untuk mengawasi dan mengatur
semua area dalam perusahaan. Karyawan menjadi lebih produktif dan efisien karena
mereka dapat dengan cepat mengumpulkan data dari dalam dan luar departemen mereka.
4. Perusahaan mendapatkan kontrol akses yang lebih baik. Sistem ERP dapat mengkonsolidasi
beberapa ijin akses dan model keamanan menjadi satu struktur akses data.
5. Prosedur dan laporan akan terstandarisasi untuk semua unit bisnis. Standarisasi ini akan
menjadi sangat berharga ketika perusahaan melakukan merger dan akuisisi karena sistem
ERP dapat menggantikan beberapa sistem berbeda menjadi satu sistem yang terintegrasi.
6. Pelayanan kepada konsumen menjadi meningkat karena karyawan dengan cepat dapat
mengakses order, persediaan yang tersedia, informasi pengiriman, dan detil transaksi
konsumen dimasa lalu.
7. Pabrik produksi mendapatkan order produksi baru secara real time dan otomatisasi proses
produksi akan meningkatkan produktivitas produksi.
36 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 37

