Page 45 - Sistem Informasi dan Pengendalian - Ikatan Akuntan Indonesia
P. 45

SISTEM INFORMASI
                 DAN PENGENDALIAN INTERNAL                                                                                                                                                   BAB 3: ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP)


                 5.  Database
                     Hal ini berhubungan dengan informasi yang berasal dari pihak internal dan eksternal
                     organisasi yang nantinya disimpan ke dalam suatu penyimpanan bernama database ini.


                 Menurut Manager’s Guide to Enterprise Resources Planning (ISACA, 2001), pendorong penerapan
                 sistem ERP adalah sebagai berikut:
                 1.  Dari segi bisnis
                     a.  Kepuasan pelanggan
                     b.  Proses yang lebih efisien
                     c.  Untuk memenuhi persyaratan BPR
                     d.  Untuk memenuhi tantangan pasar yang kompetitif
                     IAI WEB VERSION
                     e.  Kekurangan tenaga kerja
                 2.  Dari segi teknologi informasi
                     a.  Kebutuhan integrasi sistem yang tidak terealisasikan pada legacy system (sistem yang
                        sekarang)
                     b.  Modernisasi hardware dan software pada sistem
                     c.  Kebutuhan untuk berinteraksi secara online terutama melalui internet

                 3.3  KEUNTUNGAN DAN TANTANGAN DALAM PENERAPAN SISTEM
                       ERP

                 Menurut Romney (2012:36) dalam bukunya berjudul  Accounting Information Systems
                 12thEdition, keuntungan dari penerapan sistem ERP adalah sebagai berikut:

                 1.  Sistem ERP menyajikan sisi pandang data dan situasi finansial dari perusahaan yang
                     terintegrasi, menyeluruh, dan enterprise-wide. Menyimpan semua informasi perusahaan
                     dalam  satu  database  tersentralisasi dapat  menanggulangi hambatan antar departemen
                     dalam perusahaan terkait data dan informasi korporasi dan merampingkan atau
                     mempersingkat aliran informasi dalam perusahaan.

                 2.  Input data hanya dilakukan sekali, tidak seperti ketika memakai banyak sistem terpisah
                     dimana harus memasukkan data beberapa kali. Sehingga mengunduh data dari satu
                     sistem untuk dimasukkan ke sistem lain tidak lagi diperlukan.

                 3.  Manajemen mendapatkan lebih banyak kemampuan untuk mengawasi dan mengatur
                     semua area dalam perusahaan. Karyawan menjadi lebih produktif dan efisien karena
                     mereka dapat dengan cepat mengumpulkan data dari dalam dan luar departemen mereka.

                 4.  Perusahaan mendapatkan kontrol akses yang lebih baik. Sistem ERP dapat mengkonsolidasi
                     beberapa ijin akses dan model keamanan menjadi satu struktur akses data.
                 5.  Prosedur dan laporan akan terstandarisasi untuk semua unit bisnis. Standarisasi ini akan
                     menjadi sangat berharga ketika perusahaan melakukan merger dan akuisisi karena sistem
                     ERP dapat menggantikan beberapa sistem berbeda menjadi satu sistem yang terintegrasi.
                 6.  Pelayanan kepada konsumen menjadi meningkat karena karyawan dengan cepat dapat
                     mengakses order, persediaan yang tersedia, informasi pengiriman, dan detil transaksi
                     konsumen dimasa lalu.

                 7.  Pabrik produksi mendapatkan order produksi baru secara real time dan otomatisasi proses
                     produksi akan meningkatkan produktivitas produksi.






                 36                    Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak                Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak        37
   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50