Page 49 - Sistem Informasi dan Pengendalian (2 Maret 2026)
P. 49
SISTEM INFORMASI
DAN PENGENDALIAN INTERNAL DALAM AKUNTANSI BAB 3: ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP)
Tipe Scope Keterangan (yang harus ditentukan)
Scope Fisik Mengidentifikasi tempat/lokasi dimana implementasi ERP akan dilakukan
dan berapa banyak user yang akan ikut serta dalam implementasi ERP
tersebut.
Scope BPR Mengidentifikasikan proses yang ada sekarang yang akan didefinisikan
(Business ulang, diganti, atau dihilangkan beserta user, departemen, lokasi
Process perusahaan yang akan terkena dampak dari perubahan atau penghilangan
Reengineering) proses tersebut.
Scope Menentukan proses pada sistem ERP yang akan dipertahankan dan
Teknikal yang akan diubah, juga menentukan bagian dan seberapa banyak aspek
teknikal yang akan dimodifikasi pada software ERP.
IAI WEB VERSION
Scope Sumber Menentukan besarnya waktu dan biaya yang akan dikeluarkan untuk
Daya implementasi ERP ini.
Scope Menentukan modul dari software ERP yang akan digunakan dan
Implementasi mempertimbangkan cara untuk dapat mengoneksikan software ERP
dengan sistem yang ada sekarang ini.
Selain menentukan scope di atas, hal-hal lain yang harus dilakukan pada tahapan ini
adalah membuat visi jangka panjang dan rencana implementasi jangka pendek yang
harus mendapatkan dukungan penuh dari manajemen level atas. Selain itu, pemilihan
dan pembentukkan struktur tim implementasi, peran dari konsultan dan sumber daya
manusia internal perusahaan yang terkait dengan implementasi harus terdefinisikan
dengan jelas dalam tahap ini. Review terhadap pilihan-pilihan vendor penyedia software
ERP juga harus dilakukan sehingga dapat memilih satu vendor untuk selanjutnya diadakan
penandatanganan kontrak.
2. Tahap 2 – Analysis and Design (termasuk dalam tahap Analysis Design)
Pada tahap ini, setelah memilih vendor dan software ERP yang akan digunakan beserta
dengan pemilihan konsultan dan pembentukan tim implementasi, maka yang selanjutnya
dilakukan dalam rangka mendukung analisis terhadap user requirements adalah melakukan
analisis gap yakni membandingkan fungsi yang disediakan oleh sistem ERP dengan proses
operasional yang dibutuhkan perusahaan untuk menjalankan bisnisnya. Menggunakan
hasil dari analisis gap ini, tim implementasi harus mampu untuk membuat daftar proses
yang akan ditambahkan pada proses yang ada sekarang untuk menunjang performa
software ERP yang akan digunakan dan bagian yang akan dimodifikasi pada software
tersebut. Juga, analisis gap ini dapat digunakan sebagai dasar membuat rancangan user
interface bagi bagian yang dimodifikasi pada software ERP, rancangan strategi manajemen
perubahan, rencana konversi data dan sistem serta rencana untuk pelatihan dan eksekusi
implementasi ini. Hal lain yang harus dilakukan pada tahap ini adalah menentukan
strategi implementasi ERP yakni implementasi dengan cara vanilla atau chocolate (yang
akan dijelaskan lebih detail pada sub bagian selanjutnya). Akhir tahap ini, biasanya tim
implementasi dapat membuat prototype implementasi software ERP ini, yakni salah satu
contohnya dengan mengimplementasikan/menginstall software ERP tersebut pada server
lokal untuk percobaan.
40 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 41

