Page 50 - Sistem Informasi dan Pengendalian (2 Maret 2026)
P. 50
SISTEM INFORMASI
DAN PENGENDALIAN INTERNAL DALAM AKUNTANSI BAB 3: ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP)
3. Tahap 3 – Acquisition and Development (berada diantara tahap Analysis Design dan
Implementation)
Pada tahap ini, semua hasil dari analisis gap yang telah dibuat pada tahapan sebelumnya
harus dieksekusi. Diantaranya adalah customize komponen teknikal dan user interface software
ERP, penambahan syarat-syarat tambahan dan data pada tabel-tabel dalam database serta
pembentukan laporan yang berkaitan dengan sistem ERP. Tim teknikal pada tahap ini akan
berkutat dengan instalasi software ERP, sedang disisi lain, tim manajemen perubahan bekerja
bersama dengan end user akan mengimplementasikan perubahan pada proses bisnis dan
melakukan pelatihan awal menggunakan prototype yang telah dibuat di tahapan selanjutnya.
Tim data akan melakukan migrasi data dari sistem lama ke sistem baru berbasis ERP ini.
IAI WEB VERSION
Akhir tahap ini ditandai dengan mengonfigurasi keamanan dan mengimplementasikan aturan
authentication dan otorisasi untuk mengakses sistem ERP ini.
4. Tahap 4 – Implementation
Pada tahap ini, software ERP akan terinstall dan dapat digunakan oleh end user. End user
akan mencoba software ERP tersebut sekaligus mengujinya. Pengujian ini dilakukan dengan
harapan bahwa jika ada error pada software ERP tersebut maka dapat langsung diperbaiki.
Pada tahap ini, juga dilakukan konversi dari sistem lama ke sistem baru berbasis ERP. Ada
4 metode konversi yang dapat digunakan yakni sebagai berikut:
a. Phased, adalah metode dimana konversi dari sistem lama ke sistem baru berbasis
ERP dilakukan secara bertahap, misal per modul.
b. Pilot, adalah metode konversi dimana menerapkan terlebih dahulu bagian tertentu
dari sistem baru berbasis ERP untuk memastikan sistem baru tersebut dapat berjalan
sesuai harapan.
c. Parallel, adalah metode konversi dimana sistem lama dan sistem baru berbasis ERP
diterapkan bersamaan. Setelah memastikan sistem baru berbasis ERP berjalan dengan
lancar, barulah sistem lama dihentikan dan benar-benar digantikan sepenuhnya
dengan sistem baru. Metode ini dilakukan untuk mengurangi risiko kerugian akibat
kegagalan penerapan sistem ERP yang kompleks.
d. Direct Cutover atau Big Bang, adalah metode konversi dimana langsung menghentikan
sistem lama dan menggantikannya dengan sistem baru berbasis ERP. Metode ini paling
berisiko menyebabkan kegagalan penerapan sistem ERP yang kompleks tetapi paling
murah dari segi biaya.
Setelah sistem baru diterapkan, pada tahap ini juga harus dilakukan pelatihan penggunaan
sistem ini untuk end user yang terkait.
5. Tahap 5 – Operation
Pada tahapan ini, tim implementasi akan beralih fungsi menjadi tim support untuk
membantu end user dan tim operasional yang mengalami kesulitan dan membutuhkan
bantuan dalam penggunaan sistem ERP ini (dapat dikatakan sebagai help desk). Tim support
harus juga berperan untuk memberikan pelatihan kepada end user secara berkelanjutan
selama proses operasional penggunaan sistem ini.
42 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 43

