Page 46 - Modul CA - Manajemen Perpajakan
P. 46

BAB 3: PEMILIHAN SUMBER PEMBIAYAAN




                        TUJUAN PEMBELAJARAN
                        Peserta didik diharapkan mampu:
                        1.   Menjelaskan dan menganalisis dampak dari menahan laba (pendanaan internal).
                        2.   Menjelaskan dan menganalisis dampak dari pendanaan internal melalui modal (equity financing)
                            dan distribusi laba (distributing dividen).
                        3.   Menjelaskan dan menganalisis dampak dari pendanaan melalui  utang (debt financing) terutama
                            oleh pemegang sahamnya.
                        4.   Menjelaskan pengertian dan contoh penerapan factoring and leasing.
                        5.   Menjelaskan definisi dan contoh penerapan hybrid financial instruments.
                        6.   Menganalisis manajemen perpajakan dari onshore vs offshore financing.
                       IAI WEB VERSION
                        7.   Menganalisis isu perpajakan terkait dengan transaksi Bersama domestik dan internasional.



                      3.1  SALDO LABA (RETAINED EARNING)

                      Salah satu kunci sukses dalam memulai bisnis adalah melalui pembiayaan. Dalam pembiayaan
                      tersebut, strategi yang dapat dilakukan oleh suatu perusahaan terdiri dari dua bentuk yaitu
                      melalui pembiayaan internal dan pembiayaan eksternal. Biasanya, perusahaan menggunakan
                      laba ditahan (retained earning) dalam melakukan pembiayaannya. Hal ini terjadi ketika
                      perusahaan mengalami arus kas positif (net positive cash flow) tetapi tidak membagikan laba
                      ditahan tersebut kepada pemilik perusahaannya. Perusahaan membatasi ekspansi dengan
                      membeli properti baru, pabrik, dan perlengkapan hanya dari arus kas kegiatan operasi yang
                      menggunakan strategi pembiayaan internal. Pembiayaan eksternal adalah strategi dimana
                      kas datang dari sumber selain arus kas positif perusahaan. Berikut ini akan menguraikan
                      mengenai dampak dari pembiayaan melalui internal dan eksternal. Terdapat dua bentuk dari
                      pembiayaan eksternal dari pendanaan melalui modal dan utang.

                      Dampak dari menahan laba (pendanaan internal)

                      Metode pendanaan internal ini tidak praktis ketika suatu perusahaan baru memulai bisnisnya.
                      Alasannya, setiap  ada aliran arus kas  positif atas kegiatan  operasi  (atau penjualan  asset)
                      dipakai untuk membiayai pertumbuhan perusahaan. Namun, dalam rencana jangka panjang,
                      perusahaan dapat merencanakan suatu transisi dari pembiayaan eksternal berubah menjadi
                      pembiayaan internal.

                      Jika dibandingkan dengan utang (yang secara eksplisit dalam suatu perjanjian mensyaratkan
                      pembayaran imbalan bunga secara berkala), modal (dimana pemilik sering mengharapkan
                      pengembalian arus kas, seperti dividen), laba ditahan secara umum bukan merupakan suatu
                      pembatasan pembayaran. Sebagai tambahan, dengan menggunakan pembiayaan internal
                      maka akan membuat suatu perusahaan tumbuh tanpa memberikan kewenangan manajemen
                      (atau bagian dari peningkatan nilai perusahaan di masa depan) kepada pemilik modal baru.
                      Hukum pajak mengubah pengaruh pilihan pendanaan internal. Perubahan hukum pajak ini
                      terjadi dalam suatu kondisi jika pajak diharapkan meningkat atau menurun. Jika suatu pajak
                      diharapkan meningkat, penerimaan yang cukup harus ditahan untuk menutupi pajak yang tidak
                      dibayar ketika suatu transaksi terjadi (seperti pajak penghasilan). Hal yang sama juga terjadi
                      jika suatu pajak menurun maka memerlukan tambahan dana internal. Waktu dan aspek nilai
                      waktu dari pendanaan internal menguntungkan dengan alasan bahwa tidak ada jeda waktu





                      Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak        37
   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51