Page 47 - Modul CA - Manajemen Perpajakan
P. 47
MANAJEMEN PERPAJAKAN
untuk melakukan investasi ketika perusahaan membutuhkan kemudahan untuk menulis cek,
para manajer dapat mengendalikan waktu dari keuntungan pajak dan pengurangan biaya. 1
Kondisi pasar tentunya akan memengaruhi pilihan pajak. Jika pendanaan eksternal mahal,
maka pendanaan internal dapat digunakan lebih banyak. Namun, apabila pendanaan
eksternal murah, maka pendanaan internal dapat digunakan lebih sedikit. Demikian pula,
halnya dengan sifat bisnis memengaruhi kelayakan. Margin laba yang tinggi membutuhkan
kemampuan untuk menggunakaan pendanaan yang lebih tinggi. Demikian pula, margin laba
yang rendah membutuhkan kemampuan untuk menggunakan pendanaan yang lebih rendah. 2
IAI WEB VERSION
Nilai tambah melalui pembiayaan internal mempunyai potensi yang lebih tinggi jika dibandingkan
dengan nilai tambah melalui pembiayaan eksternal. Alasannya, tidak ada nilai peningkatan
arus kas ataupun peningkatan nilai perusahaan yang dibagikan dengan seseorang selain
pemilik aslinya. Nilai tambah pada saat pembiayaan internal lebih tinggi daripada pembiayaan
melalui utang ketika peningkatan arus kas dari ekspansi atas pembiayaan utang lebih rendah
daripada kas yang dialihkan untuk membayar utang (seperti, permintaan pembayaran bunga
berkala dan pembayaran pokok utang). Pendanaan internal juga dapat menambah nilai atas
pembiayaan modal, terutama ketika nilai dari perusahaan meningkat karena faktor yang tidak
langsung terkait dengan proyek yang dibiayai (seperti, ketika spekulasi membuat pasar bergairah
untuk perusahaan dot-com yang menjadi terbuka (go public) pada akhir tahun 1990). Tetapi,
karena sumber internal biasanya lebih terbatas daripada pendanaan eksternal – pertimbangan
berapa banyak orang-orang dapat membayar untuk rumah, mobil, atau gelar MBA melalui
utang – ada batasan pada bagaimana nilai dapat dilakukan melalui pendanaan internal. 3
Ketika ada situasi yang tidak langsung mengubah keuntungan pada pembiayaan internal, maka
terdapat ada keuntungan terbatas dengan tidak adanya biaya transaksi. Tetapi, peningkatan nilai
perusahaan tidak selalu memajaki sampai ada pertukaran transaksi, seperti penjualan saham
perusahaan. Dengan demikian, strategi pendanaan internal yang menyokong nilai ekuitas
perusahaan dipegang oleh pemilik yang ada dapat menimbulkan keuntungan pajak yang cukup. 4
3.2 PENDANAAN MODAL (EQUITY FINANCING)
Dampak dari pendanaan melalui modal (equity financing) dan distribusi laba
(distributing dividend)
Pendanaan dalam bentuk modal dilakukan oleh perusahaan melalui penjualan kepemilikan
saham biasa perusahaan tersebut (baik kepada pemegang saham baru atau pemegang saham
yang sudah ada). Contoh lain, seperti persekutuan (“CV”) yang menjual bagian kemitraanya
kepada investor baru (atau menerima kontribusi modal baru dari kemitraan yang suda ada).
Pembiayaan modal juga ada dalam berbagai bentuk. Kebanyakan yang biasa adalah kontribusi
kepada modal – selalu dalam bentuk kas tetapi terkadang dalam bentuk properti – oleh para
1 Karayan dan Swenson,”Strategic Business Tax Planning”, Willey (2006), hal. 126
2 Karayan dan Swenson,”Strategic Business Tax Planning”, Willey (2006), hal. 127
3 Karayan dan Swenson,”Strategic Business Tax Planning”, Willey (2006), hal. 128
4 Karayan dan Swenson,”Strategic Business Tax Planning”, Willey (2006), hal. 129
38 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak

