Page 50 - Modul CA - Manajemen Perpajakan
P. 50
BAB 3: PEMILIHAN SUMBER PEMBIAYAAN
Sama halnya dengan utang jangka pendek, utang jangka panjang juga mempunyai berbagai
bentuk, untuk perusahaan besar, ini seringkali terdiri dari obligasi (dijamin dengan aktiva tertentu)
dan surat utang (tidak dijamin dengan aktiva tertentu), tetapi ada sejumlah pengaturan lainnya.
Aspek penting dari pembiayaan utang adalah solvabilitas/leverage (kemampuan perusahaan
membayar utang-utangnya karena asetnya melebihi utang-utangnya), yang dapat membawa
dampak menguntungkan atau merugikan. Utang membolehkan investasi ekuitas untuk
mengendalikan lebih atas asset, dimana menambahkan nilai ketika peningkatan arus kas
dari ekspansi pembiayaan utang melebihi kas yang dialihkan ke utang. Dengan kata lain,
utang menambahkan nilai ketika utang meningkatkan arus kas dalam kelebihan pembayaran
IAI WEB VERSION
bunga berkala yang diperlukan dan pembayaran pokok. Ketika hal ini terjadi, pengembalian
solvabilitas lebih tinggi daripada tanpa solvabilitas.
Sebagai contoh, andaikan untuk setiap USD 1 yang diinvestasikan dalam perlengkapan,
perusahaan dapat membuat keuntungan USD 1.15. Jika ongkos pinjaman perusahaan adalah
10%, setiap dollar yang dipinjam bersih 5% dari keuntungan sebelum pajak. Jika perusahaan
dapat meminjam sebanyak yang mereka mau, 5% ini, disejumlah besar unit, memindahkan
ke dalam keuntungan yang besar dan nilai tambahan ekonomis (economic value added atau
EVA). Sebaliknya, karena jumlah pembiayaan tersedia secara internal hampir lebih terbatas
daripada yang tersedia jika sumber eksternal juga dicari, jumlah unit-unit yang dapat dibuat
lebih terbatas, dengan demikian membatasi total keuntungan.
Risiko memengaruhi pilihan pembiayaan termasuk risiko operasi dan risiko keuangan. Risiko
operasi dapat menghasilkan dari siklus ekonomi. Jika siklus ekonomi atau perusahaan menurun,
arus uang dapat menurun, memengaruhi kemampuan perusahaan membayar bunga dan
pokok bunga. Risiko keuangan muncul dari fluktuasi tingkat bunga. Alasannya, utang memiliki
risiko keuangan yang lebih. Risiko lebih tinggi adalah untuk utang.
Tetapi, biaya sering lebih rendah pada pembiayaan utang. Alasan utamanya adalah bahwa
pembayaran bunga pada umumnya dapat mengurangi pajak. Dalam situasi ini, mereka
bertindak sebagai pelindung pajak (tax shield) untuk mengurangi keseluruhan pajak entitas.
Tetapi, makin tinggi menggunakan utang, makin tinggi risiko kebangkrutan atau mahalnya
negosiasi utang. Ini menurunkan EVA.
Nilai tambah juga menurun pada beberapa poin karena pemberi pinjaman membebankan
tingkat bunga lebih tinggi untuk tambahan bunga sebagai risiko kegagalan perusahaan yang
meningkat. Ini menetralkan peningkatan pengembalian dari investasi solvabilitas.
Struktur modal optimal – perpaduan terbaik antara utang dan modal – bervariasi berdasarkan
industri dan dari waktu ke waktu. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, beberapa industri
dikarakterisasi oleh margin keuntungan kecil, jadi pembiayaan eksternal lebih diinginkan.
Berikutnya, peminjam dapat membuat patokan terhadap norma industri dan menyediakan
pinjaman lebih kepada perusahaan dalam industri tertentu. Juga, perusahaan dengan tarif
pajak pajak yang tinggi memperoleh keuntungan dari utang karena perlindungan pajak. Sebagai
tambahan, secara strategis ada interaksi antara status pajak pesaing dan struktur modal optimal
perusahaan.
Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 41

