Page 49 - Modul CA - Manajemen Perpajakan
P. 49
MANAJEMEN PERPAJAKAN
Dari perspektif perusahaan, nilai uang saat ini dari arus kas pajak dari utang melawan ekuitas
adalah fungsi dari status pajak perusahaan dan biaya modal (cost of capital) sebelum pajak.
Dengan demikian, jika pemegang saham perusahaan menginginkan untuk menerima nominal
dividen dalam pengembalian untuk saham yang dihargai, perusahaan dapat secara dramatis
meningkatkan nilai uang saat ini dari saham untuk membiayai pembayaran dividen hanya
setelah jangka waktu tertentu. 9
Dengan menerbitkan saham atau sekuritas yang dapat dikonversikan ke ekuitas, perusahaan
dapat mengaktifkan baik mereka sendiri atau para investor mereka untuk mengubah
penghasilan sesungguhnya (ordinary income) menjadi keuntungan modal (capital gain) atau
IAI WEB VERSION
penghasilan kena pajak menjadi penghasilan tidak kena pajak. 10
Namun demikian, dividen tidak dapat menjadi komponen pengurang penghasilan bruto.
Karena pada prinsipnya biaya yang boleh dikurangkan dari penghasilan bruto adalah biaya
yang mempunyai hubungan langsung maupun tidak langsung dengan usaha atau kegiatan
untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan yang merupakan objek pajak yang
pembebanannya dapat dilakukan dalam tahun pengeluaran atau selama masa manfaat dari
pengeluaran tersebut. Pengeluaran yang tidak boleh dikurangkan dari penghasilan bruto adalah
pengeluaran yang sifatnya pemakaian penghasilan atau yang jumlahnya melebihi kewajaran.
Sehingga pembagian laba dengan nama dan bentuk apapun termasuk pembayaran dividen
kepada pemilik tidak boleh dikurangkan dari penghasilan badan yang membagikannya. Karena
pembagian laba tersebut merupakan bagian dari penghasilan badan yang akan dikenai pajak
berdasarkan Undang-Undang.
3.3 DAMPAK PENDANAAN MELALUI UTANG (DEBT FINANCING)
SECARA UMUM DAN MELALUI PIHAK BERELASI
Dampak dari pendanaan melalui utang (debt financing) terutama oleh pemegang sahamnya
Berbeda dengan pendanaan melalui modal, bentuk pendanaan dalam bentuk utang dapat
berupa pinjaman jangka pendek (seperti pembiayaan pembelian melalui pembelian kredit)
atau pinjaman jangka panjang (seperti meningkatkan kas dengan menjual obligasi atau
jaminan properti (mortgaging property). Apabila mahasiswa yang membayar uang sekolah
dan membeli buku dengan kartu kredit berarti mereka meggunakan pinjaman jangka pendek.
Apabila mahasiswa mengajukan pinjaman berarti menggunakan strategi pembiayaan melalui
utang jangka panjang.
Utang jangka pendek (short-term debt) tersedia dalam beberapa bentuk. Utang jangka pendek
mengacu kepada pinjaman yang harus dibayar kembali dalam setahun, tetapi sebutannya
juga diterapkan pada waktu jatuh tempo sampai dengan 5 tahun. Utang jangka pendek juga
dikarakterisasi seluruhnya dengan tingkat bunga yang lebih tinggi daripada utang jangka
panjang (long-term debt), tetapi dapat menjadi bebas bunga. Kredit perdagangan, dimana
penyedia barang membolehkan pembeli untuk membeli dengan kredit, sering diperluas
dengan bebas bunga selama 30 hari. (sama juga, orang-orang menggunakan kartu kredit
biasanya membutuhkan waktu 30 hari.)
9 Karayan dan Swenson,”Strategic Business Tax Planning”, Willey (2006), hal. 143
10 Karayan dan Swenson,”Strategic Business Tax Planning”, Willey (2006), hal. 145
40 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak

