Page 109 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 109
BAB 4: ASET LANCAR
Contoh 7
PT Abell memiliki komitmen untuk kendaraan dinasnya dan mengklasifikasikannya sebagai
ADUD pada tanggal tersebut. Selama periode satu-tahun awal, kondisi pasar yang ada menjadi
memburuk dan mengakibatkan kendaraan tersebut tidak terjual sampai akhir periode tahun itu.
Selama periode tersebut, PT Abell secara aktif menawarkan ke pasar tetapi tidak menerima
penawaran pembelian aset yang pantas dari pembeli sehingga harga diturunkan. Aset secara
aktif terus ditawarkan pada harga yang pantas ketika kondisi pasar berubah.
Analisis
Dalam situasi ini, pengecualian persyaratan satu-tahun diperbolehkan, karena memenuhi empat
syarat berikut:
a. Selama periode satu tahun awal, timbul keadaan yang sebelumnya tidak dipertimbangkan yang
IAI WEB VERSION
menyebabkan aset tidak lancar (atau kelompok lepasan) yang sebelumnya diklasifikasikan
sebagai ADUD sampai dengan akhir periode tersebut.
b. Selama periode satu tahun awal, entitas telah mengambil tindakan yang diperlukan untuk
merespon keadaan tersebut.
c. Aset tidak lancar (atau kelompok lepasan) telah ditawarkan secara aktif pada harga yang
pantas, dengan mempertimbangan perubahan keadaan.
d. Kriteria dapat segera dijual dan sangat mungkin terjadi telah terpenuhi
Jika kedua kriteria ADUD yang dijelaskan sebelumnya terpenuhi setelah periode pelaporan
(misalnya setelah tanggal 31 Desember), maka entitas tidak boleh mengklasifikasikan
aset tidak lancar (atau kelompok lepasan) sebagai ADUD dalam laporan keuangan yang
diterbitkan. Namun demikian, perusahaan harus mengungkapkan informasi berikut dalam
catatan atas laporan keuangan:
a. Uraian dari aset tidak lancar (atau kelompok lepasan)
b. Uraian fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang mengarah kepada pelepasan yang
diharapkan, dan cara dan waktu pelepasan tersebut
c. Jika dapat diterapkan, pelaporan segmen dari aset tidak lancar (atau kelompok lepasan)
disajikan.
Pengukuran Awal
Pada saat pengakuan awal, ADUD diukur pada pada nilai yang lebih rendah antara jumlah
tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual. Yang dimaksud dengan jumlah
tercatat adalah jumlah tercatat dari aset tidak lancar pada tanggal akan diklasifikasikan menjadi
ADUD, misalnya aset tetap maka jumlah tercatatnya mengikuti aturan PSAK 216: Aset Tetap.
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual aset atau dibayarkan untuk
mentransfer liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.
Biaya untuk menjual adalah biaya tambahan yang secara langsung dapat diatribusikan
kepada pelepasan aset (atau kelompok lepasan), selain biaya pembiayaan dan beban pajak
penghasilan. Misalnya biaya transportasi untuk mengantar aset ke tempat pembeli atau biaya
untuk mengiklankan aset tersebut. Ketika penjualan diperkirakan akan terjadi lebih dari satu
tahun, maka biaya untuk menjual harus diukur pada nilai kininya. Peningkatan nilai kini
biaya untuk menjual sehubungan dengan berlalunya waktu harus disajikan sebagai biaya
keuangan dalam laporan laba rugi komprehensif. Selisih antara jumlah tercatat dengan nilai
wajar dikurangi biaya untuk menjual diakui sebagai rugi penurunan nilai awal.
100 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 101

