Page 111 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 111

BAB 4: ASET LANCAR




                   Melanjutkan ilustrasi sebelumnya, misalnya PT Solution pada 31 April 20X3, mereviu kembali
                   nilai ADUD dan diketahui bahwa nilai wajar dikurangi biaya penjualannya adalah Rp1.300.000.
                   Karena  jumlah  tercatat  ADUD  pada  31  April  20X3  adalah  Rp1.500.000,  nilainya  lebih  tinggi
                   dibandingkan Rp1.300.000, maka PT Solution mengakui penurunan nilai sebesar Rp200.000
                   (Rp1.500.000 – Rp1.300.000). Jurnal penurunan nilai pada 30 April 20X3 adalah:


                                        Rugi Penurunan Nilai – ADUD         Rp200.000
                                             ADUD                                     Rp200.000


                   Selanjutnya, jika pada 31 Mei 20X3, terjadi peningkatan nilai wajar dikurangi biaya penjualannya
                   menjadi Rp2.000.000, maka PT Solution harus mengakui pemulihan penurunan nilai. Pada
                       IAI WEB VERSION
                   tanggal tersebut, terjadi kenaikan nilai sebesar Rp700.000 (Rp2.000.000 – Rp1.300.000), namun
                   perlu diingat bahwa pemulihan nilai yang boleh diakui adalah sebesar akumulasi penurunan
                   nilai sejak klasifikasi ADUD, sehingga hanya sebesar Rp200.000 yang boleh dipulihkan nilainya.
                   Dengan demikian, nilai ADUD akan kembali ke jumlah tercatat awal pada tanggal klasifikasi
                   yaitu sebesar Rp1.500.000. Jurnal penurunan nilai pada 31 Mei 20X3 adalah:

                                        ADUD                                          Rp200.000
                                            Laba pemulihan penurunan nilai - ADUD    Rp200.000


                   Perubahan Rencana Penjualan

                   Ketika entitas mengubah rencana untuk tidak menjual aset yang telah diklasifikasikan sebagai
                   ADUD, maka aset tersebut harus dihentikan pengakuannya sebagai ADUD dan kembali
                   diklasifikasikan  menjadi  aset tidak lancar.  Ketika terjadi  hal  tersebut,  pada  saat tanggal
                   keputusan untuk menjual, aset tersebut harus diukur pada nilai yang lebih rendah antara:
                       •   Jumlah tercatat aset tersebut saat ini, seandainya aset tersebut tidak pernah
                           diklasifikasikan menjadi ADUD, atau
                       •   Jumlah terpulihkan

                   Melanjutkan  ilustrasi  sebelumnya,  misalnya  PT  Solution  pada  1  Oktober 20X3,  perusahaan
                   memutuskan untuk membatalkan rencana penjualan mesin yang telah diklasifikasikan menjadi
                   ADUD  pada  1  April  20X3.  Diketahui  bahwa  pada  1  Oktober  20X3,  jumlah  tercatat  ADUD
                   adalah sebesar Rp1.500.000 dan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual adalah Rp800.000.

                   Berdasarkan informasi tersebut, maka akun ADUD harus direklasifikasi kembali menjadi
                   mesin dengan nilai yang lebih rendah antara dua nilai berikut:
                       •   Jumlah tercatat aset tersebut saat ini, seandainya aset tersebut tidak pernah
                           diklasifikasikan menjadi ADUD adalah sebesar Rp625.000, dengan perhitungan berikut:

                            Beban penyusutan mesin/tahun                Rp10.000.000/4 = Rp2.500.000
                            Akumulasi penyusutan dari 1 Januari 20X0 sd 1  3 x Rp2.500.000 + 9/12 x Rp2.500.000
                            Oktober 20X3 = 3 tahun, 9 bulan             = Rp9.375.000
                            Jumlah tercatat 1 Oktober 20X3              Rp10.000.000 – Rp9.375.000 =
                                                                        Rp625.000

                       •   Jumlah terpulihkan sebesar Rp1.000.000







 102  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  103
   106   107   108   109   110   111   112   113   114   115   116