Page 119 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 119
BAB 5: ASET TIDAK LANCAR
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari bab ini, peserta diharapkan mampu:
1. Menjelaskan kriteria dan cakupan aset tidak lancar.
2. Menerapkan akuntansi properti investasi, aset tetap, asset biologis, aset tidak berwujud, dan
aset tambang.
3. Menerapkan akuntansi penurunan nilai atas asset tidak lancar
4. Mengevaluasi kebijakan akuntansi atas properti investasi, aset tetap, aset biologis, aset tidak
berwujud dan aset tambang.
IAI WEB VERSION
PENDAHULUAN
Modul Bab 5 ini terdiri dari sembilan topik pembahasan. Topik pertama adalah pengertian
aset tidak lancar yang mencakup kriteria dan contoh aset tidak lancar. Topik kedua adalah
akuntansi untuk properti investasi. Pembahasan topik properti investasi mencakup definisi,
pengakuan, pengukuran saat pengakuan, pengukuran saat pengakuan, pengukuran setelah
pengakuan, pengalihan, dan penghentian pengkuan. Topik ketiga adalah akuntansi untuk
aset tetap. Pembahasan topik aset tetap mencakup definisi, pengakuan, pengukuran saat
pengakuan, pengukuran setelah pengakuan, penyusutan, dan penghentian pengakuan. Topik
keempat adalah akuntansi untuk aset takberwujud. Pembahasan topik aset takberwujud
akan mencakup definisi, pengakuan dan pengukuran, pengakuan beban, pengukuran setelah
pengakuan, umur manfaat, nilai residu, dan metode amortisasi, serta penghentian pengakuan.
Topik kelima adalah akutansi untuk aset biologis. Pembahasan topik aset biologis mencakup
definisi, pengakuan dan pengukuran, serta hibah pemerintah terkait aset biologis. Topik keenam
adalah aset tambang. Pembahasan topik aset tambang mencakup definisi, pengukuran pada
saat pengakuan, pengukuran setelah pengakuan, dan penyajian. Topik ketujuh membahas
mengenai hibah pemerintah. Topik ini meliputi definisi dan pengukuran pada saat pengakuan.
Topik selanjutnya adalah aset dari pelanggan, yang mencakup empat isu terkait dengan aset
dari pelanggan, yaitu apakah aset alihan memenuhi definisi aset, bagaimana aset alihan diukur
pada saat pengakuan awal, bagaimana saldo kredit yang dihasilkan dari transaksi pengalihan
dicatat, dan bagaimana perusahaan mencatat pengalihan kas dari pelanggannya. Dan topik
terakhir dari Bab ini adalah penurunan nilai aset. Topik terakhir ini akan mencakup prosedur
penurunan nilai aset, pengecualian terhadap prosedur penurunan nilai aset, penurunan nilai
aset pada level unit penghasil kas, dan pemulihan rugi penurunan nilai aset.
5.1 PENGERTIAN ASET TIDAK LANCAR
Aset tidak lancar merupakan aset yang akan memberikan manfaat untuk perusahaan lebih dari
satu tahun atau lebih dari satu siklus operasi normal. Dalam PSAK 201: Penyajian Laporan
Keuangan dijelaskan mengenai kriteria-kriteria dari aset lancar. Terdapat empat kriteria aset
lancar yang sudah dijelaskan di Bab sebelumnya. Ketika suatu aset tidak memenuhi keempat
kriteria tersebut, maka aset tersebut diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar. Aset tidak lancar
meliputi properti investasi, aset tetap, aset takberwujud, aset biologis, dan aset keuangan
yang bersifat jangka panjang.
110 Hak Cipta Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 111
110
111
Hak Cipta
Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak

