Page 121 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 121
BAB 5: ASET TIDAK LANCAR
properti investasi. Transaksi sewa pembiayaan mengakibatkan perusahaan menghentikan
pengakuan aset tersebut dari buku perusahaan. Ketika bangunan digunakan oleh karyawan
dan perusahaan mengenakan biaya sewa kepada karyawan tersebut, maka bangunan tersebut
bukan properti investasi. Bangunan tersebut disajikan sebagai aset tetap perusahaan.
Perusahaan terkadang membangun sendiri (dengan atau tanpa melalui jasa kontraktor)
bangunan yang nantinya akan disewakan kepada pihak ketiga melalui sewa operasi, maka
bangunan dalam proses pengembangan (construction in progress) tersebut disajikan sebagai
properti investasi di laporan keuangan perusahaan.
Beberapa properti sebagian disewakan kepada pihak ketiga melalui sewa operasi atau untuk
IAI WEB VERSION
mencari kenaikan nilai dan sebagian lainnya digunakan untuk membantu operasional
perusahaan, seperti digunakan dalam proses produksi atau menghasilkan barang atau jasa atau
untuk tujuan administratif. Ketika perusahaan dapat menjual atau menyewakan melalui sewa
pembiayaan bagian properti tersebut, maka perusahaan harus mencatatnya secara terpisah.
Bagian properti yang disewakan kepada pihak ketiga atau mencari kenaikan nilai diakui
sebagai properti investasi, sedangkan bagian yang digunakan untuk operasional perusahaan
diakui sebagai aset tetap. Namun ketika bagian properti tersebut tidak dapat dijual secara
terpisah, maka perusahaan dapat mencatat properti tersebut sebagai satu kesatuan. Penentuan
properti diakui sebagai aset tetap atau properti investasi berdasarkan tujuan penggunaan
yang lebih signifikan. Misalnya, perusahaan memiliki gedung dengan 10 lantai. Sembilan
lantai disewakan kepada pihak ketiga melalui sewa operasi dan 1 lantai digunakan sebagai
kantor. Ketika bagian gedung tersebut tidak dapat dijual secara terpisah, maka perusahaan
mencatat gedung tersebut sebagai properti investasi.
Dalam beberapa kondisi, perusahaan menyediakan tambahan jasa kepada pihak penyewa.
Perusahaan harus melakukan penilaian apakah tambahan jasa yang diberikan bernilai
signifikan terhadap keseluruhan perjanjian. Ketika tambahan jasa tersebut tidak signifikan,
maka perusahaan tetap mengakui properti tersebut sebagai properti investasi. Namun ketika
tambahan jasa bernilai signifikan terhadap keseluruhan perjanjian, maka properti tersebut
harus dibukukan sebagai aset tetap. Contoh penyediaan tambahan jasa yang cukup signifikan
adalah pengelolaan hotel. Jasa yang diberikan kepada tamu hotel bernilai signifikan terhadap
keseluruhan perjanjian. Oleh karena itu, bangunan hotel tersebut diakui sebagai aset tetap.
Bukti pemberian tambahan jasa bernilai signifikan terhadap keseluruhan perjanjian adalah
ketika perusahaan pemilik hotel memindahkan beberapa tanggung jawab pemberian tambahan
jasa atau pengelolaan hotel kepada pihak lain. Dalam kondisi seperti ini, posisi pemilik hotel
adalah sebagai investor pasif. Pengalihan tanggung jawab pengelolaan hotel kepada pihak
lain yang lebih kompeten menunjukkan bahwa jasa yang diberikan kepada penghuni hotel
menjadi bagian yang signifikan dari pembayaran sewa hotel.
Tidak jarang induk perusahaan bertransaksi dengan anak perusahaan, termasuk transaksi
sewa properti. Ketika induk menyewakan properti kepada anak perusahaan maka properti
tersebut tidak disajikan sebagai properti investasi dalam laporan keuangan konsolidasian
karena properti tersebut termasuk properti yang digunakan sendiri jika dilihat dari sudut
112 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 113

