Page 122 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 122

PELAPORAN KORPORAT




                 pandang kelompok usaha. Namun ketika induk menyiapkan laporan keuangan tersendiri,
                 maka properti tersebut disajikan sebagai properti investasi.


                 5.2.2  Pengakuan

                 Pada saat pengakuan awal, pengeluaran untuk perolehan properti investasi diakui sebagai
                 aset jika dan hanya jika:
                     a.  Besar kemungkinan manfaat ekonomik masa depan yang terkait properti investasi
                        akan mengalir ke dalam perusahaan, dan
                     b.  Biaya perolehan properti investasi dapat diukur dengan andal.
                 Dua kriteria di atas juga digunakan untuk menentukan kapitalisasi biaya yang dikeluarkan
                       IAI WEB VERSION
                 setelah pengakuan awal. Atas properti yang dikuasainya, perusahaan seringkali mengeluarkan
                 biaya untuk menambah, mengganti, memperbaiki, atau memelihara properti. Ketika biaya
                 tersebut memenuhi dua kriteria di atas, maka biaya tersebut dikapitalisasi menambah jumlah
                 tercatat properti investasi. Namun ketika biaya yang dikeluarkan tidak memenuhi dua kriteria
                 di atas, seperti biaya perawatan rutin properti, maka biaya tersebut dibebankan pada saat
                 terjadinya. Terkait dengan penggantian bagian dari properti investasi, maka biaya penggantian
                 tersebut memenuhi dua kriteria kapitalisasi di atas. Oleh karena itu, biaya penggantian tersebut
                 diakui dalam jumlah tercatat properti investasi. Jumlah tercatat atas bagian yang diganti harus
                 dihentikan pengakuannya.


                 5.2.3  Pengukuran Saat Pengakuan

                 Pada saat pengakuan awal, properti investasi diukur sebesar biaya perolehan. Yang dimaksud
                 dengan biaya perolehan adalah harga pembelian properti dan setiap biaya yang dapat
                 diatribusikan secara langsung terhadap perolehan properti. Contoh biaya yang dapat
                 diatribusikan secara langsung adalah biaya jasa hukum, pajak pengalihan properti, dan biaya
                 transaksi lainnya.
                 Selain melalui pembelian, properti investasi dapat diperoleh melalui pembayaran ditangguhkan,
                 transaksi sewa, atau pertukaran dengan aset lain.
                 Berikut penjelasan pengukuran properti investasi saat pengakuan awal berdasarkan cara
                 perolehannya:
                 1.  Melalui pembayaran yang ditangguhkan

                     Ketika properti investasi diperoleh melalui pembayaran yang ditangguhkan atau melalui
                     pembayaran secara cicilan, maka biaya perolehan properti investasi tersebut setara dengan
                     nilai pembelian secara tunai. Perbedaan antara nilai pembelian secara tunai dan total
                     pembayaran diakui sebagai beban bunga selama periode cicilan.

                 2.  Melalui transaksi sewa
                     Ketika perusahaan memperoleh properti investasi melalui transaksi sewa pembiayaan,
                     maka properti investasi diukur sesuai ketentuan PSAK 116: Sewa. Properti investasi akan
                     dikur  pada  nilai  yang  lebih  rendah  antara  nilai  wajar  dan  nilai  kini  pembayaran  sewa
                     minimum. Perusahaan mengakui liabilitas sewa pada jumlah yang setara. Namun ketika
                     terdapat biaya atau premium yang dibayarkan terkait transaksi sewa, maka biaya atau
                     premium tersebut dimasukkan sebagai komponen pembayaran sewa minimum tetapi
                     tidak ditambahkan ke nilai liabilitas sewa.





                 114                   Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak                Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak        115
   117   118   119   120   121   122   123   124   125   126   127