Page 125 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 125

BAB 5: ASET TIDAK LANCAR




                        Contoh 5.1 – Pengukuran Setelah Pengakuan Properti Investasi:
                        Pada 1 Januari 20X4, PT RST membeli gedung 5 lantai di kawasan Jakarta Selatan. Pembangunan
                        gedung menelan biaya sebesar Rp2,5 miliar. Gedung tersebut akan disewakan kepada pihak ketiga
                        melalui sewa operasi. Perusahaan menentukan umur manfaat gedung selama 20 tahun dan nilai residu
                        di akhir umur manfaat sebesar Rp500 juta. Metode penyusutan yang digunakan adalah garis lurus. Nilai
                        wajar gedung pada 31 Desember 20X4 adalah Rp2,3 miliar. Perusahaan memilih untuk menggunakan
                        model revaluasi untuk pengukuran properti investasinya.

                        Pencatatan yang dibuat selama 20X4 adalah sebagai berikut:
                        1 Januari 20X4 – Perolehan Gedung
                        Dr. Properti Investasi                                            2.500.000.000
                                     Cr. Kas                                                                                   2.500.000.000
                       IAI WEB VERSION
                        31 Desember 20X4 – Penyesuaian Nilai Wajar
                        Dr. Rugi Penyesuaian Nilai Wajar (Laba Rugi)        200.000.000
                                    Cr. Properti Investasi                                                                200.000.000

                        Jika perusahaan memilih model biaya, maka pencatatan yang dibuat selama 20X4 adalah:
                        1 Januari 20X4 – Perolehan Gedung
                        Dr. Bangunan(Properti Investasi)                          2.500.000.000
                                     Cr. Kas                                                                                  2.500.000.000
                        31 Desember 20X4 – Penyusutan Properti Investasi
                        Dr. Beban Penyusutan                                              100.000.000*
                                    Cr. Akumulasi Penyusutan                                                       100.000.000

                        *beban penyusutan per tahun = (2.500.000.000 – 500.000.000)/ 20 tahun


                   Berikut dampak penggunaan model nilai wajar dan model biaya terhadap penyajian laporan
                   keuangan 20X4:

                   Model Nilai Wajar


                        Laporan Posisi Keuangan                 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif
                        per 31 Desember 20X4                    Lain untuk periode yang berakhir 31 Desember 20X4

                        Properti Investasi          2.300.000.000  Rugi penyesuaian nilai wajar             2 00.000.000




                   Model Biaya

                        Laporan Posisi Keuangan                 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
                        per 31 Desember 20X4                    untuk periode yang berakhir  31 Desember 20x4

                        Properti Investasi          2.400.000.000  Beban penyusutan                          100.000.000



                   5.2.5  Pengalihan


                   Yang dimaksud pengalihan adalah reklasifikasi properti dari atau ke properti investasi yang
                   disebabkan oleh perubahan penggunaan properti. Perubahan penggunaan terjadi ketika
                   properti memenuhi atau berhenti memenuhi definisi dari properti investasi dan terdapat bukti
                   atas perubahan penggunaan tersebut. Perubahan intensi manajemen dalam menggunakan






 116  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  117
   120   121   122   123   124   125   126   127   128   129   130