Page 132 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 132

PELAPORAN KORPORAT




                     Terkadang perusahaan memiliki aktivitas yang berkaitan dengan konstruksi aset tetapi
                     sebenarnya aktivitas tersebut tidak diperlukan untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi
                     agar siap digunakan sesuai dengan intensi manajemen. Aktivitas yang bersifat insidental
                     ini mungkin terjadi sebelum atau selama aktivitas konstruksi aset. Sebagai contoh,
                     pemanfaatan lahan yang akan dibangun sebagai bangunan kantor sebagai lahan parkir
                     sebelum kegiatan konstruksi dimulai. Aktivitas ini tidak diperlukan untuk membawa
                     aset pada lokasi dan kondisi  yang  diperlukan agar  aset  siap  digunakan sesuai intensi
                     manajemen. Oleh karena itu, seluruh penghasilan dan beban terkait dengan aktivitas
                     parkir diakui dalam laba rugi dan tidak memengaruhi nilai tercatat aset.


                     Biaya perolehan aset tetap bergantung pada cara perolehan aset tersebut. Perolehan
                       IAI WEB VERSION
                     aset tetap melalui aktivitas konstruksi atau pengembangan sendiri diakui dengan prinsip
                     yang sama dengan pengakuan perolehan aset yang diperoleh bukan dengan konstruksi
                     sendiri. Jika perusahaan membuat aset serupa dengan aset yang dijual (properti untuk
                     dijual), maka biaya perolehan aset tetap yang dikonstruksi sendiri tersebut sama dengan
                     biaya  konstruksi properti yang akan dijual. Ketentuan biaya konstruksi properti yang
                     akan dijual diakui sesuai ketentuan PSAK 202: Persediaan. Jika terdapat pemborosan atas
                     biaya konstruksi, seperti bahan baku atau tenaga kerja, maka pemborosan tersebut tidak
                     termasuk biaya perolehan aset tetap. Ketika aktivitas konstruksi aset tetap didanai dengan
                     pinjaman, maka beban bunga atas pinjaman tersebut dapat dikapitalisasi menambah
                     biaya perolehan aset jika memenuhi kriteria kapitalisasi yang diatur di PSAK 223: Biaya
                     Pinjaman.

                     Seperti sudah dijelaskan di bagian sebelumnya bahwa perlakuan akuntansi tanaman
                     produktif mengacu pada ketentuan PSAK  216. Aktivitas pengembangan tanaman produktif
                     sampai akhirnya menghasilkan dicatat sesuai dengan cara yang sama dengan aset tetap
                     yang dikonstruksi sendiri.  Titik akhir pengembangan tanaman produktif adalah ketika
                     menjadi tanaman menghasilkan.  Titik ini sama dengan titik dimana proses konstruksi
                     bangunan selesai dan aset siap digunakan sesuai dengan intensi manajemen.

                     Selain dibeli secara tunai atau dikonstruksi sendiri, aset tetap juga dapat diperoleh melalui
                     cara perolehan yang lain. Cara perolehan yang berbeda berdampak pada besaran biaya
                     perolehan aset tetap yang akan diakui. Aset tetap dapat diperoleh melalui pembayaran
                     ditangguhkan, melalui pertukaran dengana aset lain, atau melalui sewa pembiayaan.
                     Pengukuran biaya perolehan aset tetap melalui berbagai cara perolehan tersebut seperti
                     pengukuran biaya perolehan untuk properti investasi yang sudah dijelaskan di bagian
                     Properti Investasi.
























                 124                   Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak                Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak        125
   127   128   129   130   131   132   133   134   135   136   137