Page 196 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 196
PELAPORAN KORPORAT
Instrumen derivatif merupakan salah satu jenis instrumen keuangan yang diatur dalam
PSAK 109. Karakteristik dari instrumen derivatif adalah:
1. Nilainya berubah sebagai akibat dari perubahan variabel tertentu (underlying variable)
contoh suku bunga, harga instrumen keuangan, harga komoditas, kurs, indeks harga
atau indeks suku bunga, peringkat kredit atau indeks kredit, atau variabel lain;
2. Tidak memerlukan investasi awal neto atau memerlukan investasi awal neto dalam
jumlah yang lebih kecil dibandingkan dengan jumlah yang diperlukan untuk kontrak
serupa lain yang diperkirakan akan menghasilkan dampak yang serupa sebagai akibat
perubahan faktor pasar; dan
3. Diselesaikan pada tanggal tertentu di masa depan.
IAI WEB VERSION
Definisi derivatif mencakup kontrak yang diselesaikan dengan cara penyerahan underlying
item (contoh kontrak forward untuk membeli instrumen utang). Entitas dapat pula memiliki
kontrak untuk membeli atau menjual sesuatu yang diselesaikan secara neto dengan kas atau
instrumen keuangan lain atau dengan mempertukarkan instrumen keuangan (contohnya
kontrak untuk membeli atau menjual komoditas pada harga tertentu di masa depan).
Salah satu karakteristik dari derivatif adalah memerlukan investasi awal neto dalam
jumlah yang lebih kecil dibandingkan dengan jumlah yang diperlukan untuk kontrak
serupa lain yang diperkirakan akan menghasilkan dampak yang serupa sebagai akibat
perubahan faktor pasar. Salah satu jenis derivatif yang memenuhi definisi ini adalah
opsi. Premi yang dibayarkan untuk memperoleh options merupakan jumlah yang lebih
kecil daripada jumlah yang harus dikeluarkan untuk memperoleh investasi serupa dalam
bentuk instrumen keuangan yang dikaitkan dengan options tersebut. Currency swap yang
mensyaratkan pertukaran awal dalam mata uang yang berbeda namun memiliki nilai
wajar yang setara juga memenuhi definisi derivatif karena investasi neto awalnya nol
(nilai wajar kedua mata uang tersebut kurang lebih setara pada pengakuan awal).
Ada beberapa jenis instrumen keuangan yang merupakan instrumen campuran (hybrid
instrument) atau instrumen gabungan (combined instrument). Sebagai contoh, obligasi yang
dapat dikonversi (convertible bond) merupakan instrumen utang dengan opsi yang melekat
untuk mengkonversi instrumen utang tersebut menjadi saham. Dari perspektif penerbit,
instrumen utang tersebut merupakan liabilitas keuangan sementara opsi yang melekat adalah
instrumen ekuitas. Sementara dari perspektif pembeli obligasi, komponen yang merupakan
instrumen utang adalah aset keuangan dan opsi yang melekat merupakan derivatif.
Dari contoh di atas dapat dilihat bahwa instrumen campuran atau instrumen yang
digabungkan memiliki dua komponen, yaitu kontrak utama (host contract) dan derivatif
melekat (embedded derivative). Derivatif melekat menyebabkan sebagian atau seluruh
arus kas yang dipersyaratkan dalam kontrak dimodifikasi menurut variabel yang telah
ditentukan, antara lain: suku bunga, harga instrumen keuangan, harga komoditas, nilai
tukar mata uang asing, indeks harga atau indeks suku bunga, peringkat kredit atau indeks
kredit, atau variabel lainnya. Untuk variabel nonkeuangan, variabel tersebut tidak berkaitan
dengan pihak-pihak dalam kontrak. Derivatif yang dilekatkan pada instrumen keuangan
tetapi dalam kontraknya dapat dipindah tangankan secara terpisah dari instrumen
keuangannya, atau dimiliki oleh pihak lawan yang berbeda dari instrumen keuangannya,
bukan merupakan derivatif melekat, tetapi merupakan instrumen keuangan terpisah.
188 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 189

