Page 201 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 201

BAB 7: INSTRUMEN KEUANGAN




                       g.  Nilai waktu dari uang
                           Nilai waktu dari uang adalah unsur bunga yang memberikan imbalan karena berlalunya
                           waktu. Artinya, elemen nilai waktu dari uang tidak memberikan imbalan untuk risiko
                           atau biaya lain yang terkait dengan memiliki aset keuangan. Untuk menilai apakah
                           elemen memberikan imbalan hanya karena berlalunya waktu, entitas menerapkan
                           pertimbangan dan mempertimbangkan faktor-faktor yang relevan seperti mata uang
                           di mana aset keuangan didenominasikan dan periode dimana suku bunga ditetapkan.

                           Sebagai contoh, jika suku bunga aset keuangan ditetapkan ulang secara berkala tetapi
                           frekuensi penetapan ulang tidak cocok dengan tenor suku bunga (sebagai contoh, suku
                           bunga ditetapkan ulang setiap bulan dengan suku bunga satu tahun atau ditetapkan
                       IAI WEB VERSION
                           ulang secara berkala dengan rata-rata suku bunga jangka pendek dan jangka panjang
                           tertentu, dan bukan dengan suku bunga satu bulan). Fitur ini akan menimbulkan
                           variabilitas dalam arus kas yang tidak sesuai dengan pengaturan pinjaman dasar. Jika
                           disimpulkan bahwa arus kas kontraktual (yang tidak didiskonto) dapat berbeda secara
                           signifikan dari arus kas acuan (tidak didiskonto), berbeda secara signifikan maka uji
                           SPPI tidak terpenuhi.
                       h.  Instrumen yang terkait secara kontraktual (contractually linked instruments/tranches)
                           dan tingkat bunga negatif
                           PSAK 115 juga mengatur mengenai:

                           •   Instrumen utang yang penerbitnya dapat memprioritaskan pembayaran kepada
                               pemilik aset keuangan menggunakan beberapa instrumen yang terkait secara
                               kontraktual yang menciptakan konsentrasi risiko kredit (tranches). Pemegang
                               tranche memiliki hak untuk pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok
                               terutang hanya jika penerbit menghasilkan arus kas yang cukup untuk memenuhi
                               tranches peringkat yang lebih tinggi.
                           •   Utang yang membayar tingkat bunga negatif. Dalam keadaan ekonomi yang
                               ekstrim, bunga bisa menjadi negatif jika, sebagai contoh, pemilik aset keuangan
                               baik secara eksplisit maupun implisit membayar deposit uang untuk jangka waktu
                               tertentu dan fimbalan tersebut melebihi imbalan yang diterima pemilik dari nilai
                               waktu dari uang, risiko kredit dan risiko dan biaya peminjaman standar lainnya.

                   Sebagaimana dijelaskan di atas, uji SPPI hanya berlaku untuk pengaturan pinjaman dasar.
                   Untuk pinjaman yang bersifat kompleks, maka pengukuran aset keuangan menggunakan FVTPL.

                   Berdasarkan penjelasan di atas, maka pengukuran aset keuangan adalah sebagai berikut:
                   a.  Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut
                       terpenuhi:
                       •   Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset
                           keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual dan
                       •   Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan
                           arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely payments of principal
                           and interest) dari jumlah pokok terutang.
                   b.  Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika kedua
                       kondisi berikut terpenuhi:






 192  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  193
   196   197   198   199   200   201   202   203   204   205   206