Page 198 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 198
PELAPORAN KORPORAT
1. Model bisnis entitas dalam mengelola aset keuangan
Untuk menerapkan uji model bisnis dilakukan beberapa tahap berikut:
• Memecah aset keuangan menjadi kelompok terpisah berdasarkan bagaimana tiap
kelompok dikelola
• Mengidentifikasi tujuan dari entitas dalam melakukan pengelolaan tiap kelompok
• Berdasarkan tujuan tersebut, mengklasifikasikan tujuan pengelolaan menjadi: 1) dimiliki
untuk mendapatkan arus kas kontraktual”, “dimiliki untuk dijual”, atau “tujuan lain
(dimiliki untuk mendapatkan arus kas kontraktual maupun dimiliki untuk dijual)”
• Untuk aset yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk ditagih, dilakukan penilaian
kesesuaian klasifikasi dengan aktivitas di masa lalu
Uji model bisnis tersebut dilakukan di level agregat, bukan di level instrumen.
IAI WEB VERSION
Bukti yang relevan untuk menilai model bisnis perusahaan termasuk, tetapi tidak terbatas
pada:
a. Bagaimana kinerja dari model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model
bisnis dievaluasi dan dilaporkan kepada personil manajemen kunci entitas
b. Risiko yang memengaruhi kinerja dari model bisnis (dan aset keuangan yang dimiliki
dalam model bisnis) dan, khususnya, cara bagaimana risiko tersebut dikelola
c. Bagaimana manajer bisnis dikompensasi (sebagai contoh, apakah kompensasi
berdasarkan nilai wajar dari aset yang dikelola atau arus kas kontraktual yang diperoleh).
Contoh 7.2:
PT Estala memiliki investasi dengan tujuan untuk memperoleh arus kas kontraktual. Kebutuhan
pendanaan perusahaan dapat diperkirakan dan jatuh tempo aset keuangan telah sesuai dengan
estimasi kebutuhan pendanaan perusahaan tersebut.
PT Estala melakukan aktivitas manajemen risiko kredit dengan tujuan meminimalkan kerugian
kredit. Berdasarkan transaksi yang dilakukan di masa lalu, penjualan biasanya dilakukan
perusahaan ketika risiko kredit aset keuangan telah meningkat sehingga aset tersebut tidak lagi
memenuhi kriteria kredit yang diatur dalam kebijakan investasi. Selain itu, penjualan investtasi
jarang dilakukan sebagai akibat dari kebutuhan pendanaan yang tidak terantisipasi.
Laporan ke personil manajemen kunci difokuskan pada kualitas kredit dari aset keuangan dan
imbal hasil kontraktual. Walaupun perusahaan juga memonitor nilai wajar dari aset keuangan,
diantara informasi-informasi lain.
Analisis:
Meskipun entitas mempertimbangkan, diantara informasi lain, nilai wajar aset keuangan dari sudut
pandang likuiditas (yaitu jumlah kas yang akan direalisasi jika entitas perlu untuk menjual aset),
tujuan entitas adalah memiliki aset keuangan untuk memperoleh arus kas kontraktual.
Penjualan yang dilakukan tidak bertentangan dengan tujuan tersebut jika penjualan tersebut
sebagai akibat dari peningkatan risiko kredit aset, yaitu karena aset tersebut tidak lagi memenuhi
kriteria kredit yang diatur dalam kebijakan investasi perusahaan. Penjualan yang jarang terjadi
akibat dari kebutuhan pendanaan yang tidak terantisipasi juga tidak akan bertentangan dengan
tujuan tersebut.
190 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 191

