Page 229 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 229

BAB 7: INSTRUMEN KEUANGAN




                    Jurnal yang dibuat adalah:
                    Investasi dalam derivatif                                    Rp100.000
                        Akumulasi keuntungan/kerugian                                               Rp90.000
                        Keuntungan/kerugian                                                          Rp10.000

                    Skenario B
                    Penghitungan nilai wajar instrumen lindung nilai dan item yang dilindung nilai pada 31 Desember
                    20X1 menunjukkan fakta berikut ini:
                        Keuntungan dalam nilai instrumen lindung nilai           Rp100.000

                        Kerugian dalam nilai kini arus kas yang diperkirakan
                        dari item yang dilindungi nilai:                         Rp105.000
                       IAI WEB VERSION
                    Dalam contoh ini, lindung nilai di atas efektif, karena masih berada dalam kisaran 80% hingga
                    125%, dan dengan demikian akuntansi lindung nilai diperkenankan. Dengan menerapkan paragraf
                    95, keuntungan dalam nilai instrumen lindung nilai harus dialokasikan ke dalam bagian yang efektif
                    dan bagian yang tidak efektif. Dalam contoh ini, bagian dari keuntungan atas instrumen lindung nilai
                    yang 100% efektif adalah Rp100.000, dan harus diakui secara langsung dalam ekuitas. Sedangkan
                    kerugian lindung nilai Rp5.000 harus diabaikan (karena item yang dilindung nilai belum diakui).
                    Jurnal yang dibuat adalah:
                    Investasi dalam derivatif                                     Rp100.000
                        Akumulasi keuntungan/kerugian                                              Rp100.000



                   Efektivitas lindung nilai mengukur sejauh mana perubahan dalam nilai wajar atau arus kas
                   dari instrument lindung nilai menghapus perubahan dalam nilai wajar atau arus kas dari
                   pos lindung nilai.

                   7.9.  PENYAJIAN

                   PSAK 232: Instrumen Keuangan: Penyajian, mengatur beberapa masalah penyajian, yaitu:
                   •   Klasifikasi sebagai liabilitas atau ekuitas;
                   •   Instrumen keuangan majemuk;
                   •   Transaksi dalam instrumen ekuitas yang diterbitkan sendiri oleh entitas;
                   •   Klasifikasi bunga, dividen, keuntungan, dan kerugian; dan
                   •   Saling hapus antara aset keuangan dan liabilitas keuangan.


                   Klasifikasi Sebagai Liabilitas Atau Ekuitas
                   PSAK 232 mensyaratkan penerbit instrumen keuangan untuk mengklasifikasikan instrumen
                   tersebut, atau komponen-komponennya, sebagai liabilitas, aset, atau ekuitas sesuai dengan
                   substansi perjanjian kontraktual dan definisi liabilitas keuangan, aset keuangan, dan instrumen
                   ekuitas. Klasifikasi tersebut akan dipertahankan hingga instrumen keuangan tersebut dihentikan
                   pengakuannya.

                   Fitur penting dalam membedakan antara liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas adalah
                   adanya kewajiban kontraktual satu pihak (penerbit) untuk menyerahkan kas atau aset keuangan
                   lain kepada pihak lain (pemegang), atau untuk mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas
                   keuangan dengan pihak pemegang instrumen dalam kondisi yang tidak menguntungkan
                   pihak penerbit.





 220  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  221
   224   225   226   227   228   229   230   231   232   233   234