Page 23 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 23
BAB 1: STANDAR PELAPORAN KEUANGAN
KKPK merupakan basis pengembangan praktik pelaporan keuangan, yaitu Standar Akuntansi
Keuangan (SAK), yang baru dan menelaah yang ada, sehingga terjadi konsistensi pengaturan
SAK. KKPK sendiri bukan merupakan bagian dari SAK. Ketika terjadi pertentangan antara
KKPK dan SAK, maka penyusunan laporan keuangan menggunakan pengaturan dalam SAK.
Keberadaan KKPK adalah untuk:
• Membantu DSAK IAI dalam mengembangkan SAK supaya menggunakan konsep akuntansi
yang konsisten.
• Membantu penyusun laporan keuangan untuk mengembangkan kebijakan akuntansi
yang konsisten ketika tidak ada PSAK/ISAK yang berlaku untuk transaksi tertentu atau
peristiwa lain, atau ketika PSAK/ISAK memberikan pilihan kebijakan akuntansi.
IAI WEB VERSION
• Membantu semua pihak untuk memahami dan menafsirkan SAK.
Permasalahan mendasar dalam pelaporan keuangan adalah untuk menjawab pertanyaan:
• Apa tujuan laporan keuangan?
• Siapa pengguna laporan keuangan?
• Apa informasi yang dibutuhkan pengguna laporan keuangan?
• Apa laporan yang memenuhi kebutuhan pengguna laporan keuangan?
Tujuan, Keterbatasan, dan Asumsi Dasar
Tujuan laporan keuangan bertujuan umum (selanjutnya disebut laporan keuangan) adalah
untuk menyediakan informasi keuangan tentang perusahaan (entitas pelaporan atau reporting
entity) yang berguna untuk investor saat ini dan investor potensial, pemberi pinjaman, dan
kreditor lain dalam membuat keputusan tentang penyediaan sumber daya kepada perusahaan.
Keputusan tersebut antara lain pembelian dan penjualan saham dan obligasi, dan penyediaan
pinjaman kepada perusahaan.
Informasi keuangan yang berguna dalam pengambilan keputusan tersebut mencakup posisi
keuangan yaitu sumber daya ekonomi dari perusahaan (aset) dan klaim terhadap sumber
daya ekonomi tersebut (liabilitas dan ekuitas), serta dampak dari transaksi dan peristiwa lain
yang mengubah sumber daya ekonomi dari perusahaan dan klaim terhadap perusahaan.
Sumber daya ekonomi dan klaim
Informasi mengenai sifat dan jumlah sumber daya ekonomi dari perusahaan dan klaim terhadap
perusahaan dapat membantu pengguna untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan
keuangan perusahaan. Informasi tersebut dapat membantu pengguna untuk menilai likuiditas
dan solvabilitas, kebutuhan untuk mendapatkan tambahan pendanaan, dan sejauh mana
perusahaan akan berhasil dalam memperoleh pendanaan tersebut.
Informasi tersebut juga dapat membantu penguna untuk menilai alokasi dan penggunaan
sumber daya ekonomi perusahaan. Informasi mengenai urutan/prioritas dan persyaratan
pembayaran dari klaim saat ini membantu pengguna untuk memprediksi bagaimana arus
kas masa depan akan terdistribusi kepada pemilik klaim terhadap entitas pelapor.
14 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 15

