Page 24 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 24
PELAPORAN KORPORAT
Perubahan sumber daya ekonomi dan klaim
Perubahan sumber daya ekonomi dari perusahaan dan klaim terhadap perusahaan dihasilkan
dari kinerja keuangan (misal laba) dan bukan kinerja keuangan (misal penerbitan saham
atau obligasi) instrumen utang atau instrumen ekuitas. Pengguna dapat menilai secara tepat
proyeksi arus kas di masa depan dan tata guna (stewardship) manajemen atas sumber daya
ekonomi perusahaan dengan mengidentifikasi kedua jenis perubahan tersebut.
• Kinerja keuangan akan tercemin dengan penerapan akuntansi akrual dan arus kas masa
lalu (historis). Akuntansi akrual akan menggambarkan dampak transaksi serta peristiwa
dan kondisi lain terhadap sumber daya ekonomi dan klaim pada periode terjadinya
dampak tersebut, meskipun penerimaan dan pembayaran kas terjadi di periode yang
IAI WEB VERSION
berbeda. Informasi mengenai arus kas masa lalu juga membantu pengguna untuk menilai
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas di masa depan dan tata guna
sumber daya ekonomi. Hal tersebut mengindikasikan bagaimana perusahaan memperoleh
dan menggunakan kas, termasuk informasi mengenai perolehan dan pembayaran utang
dan pembayaran dividen tunai, dan faktor lain yang dapat memengaruhi likuiditas atau
solvabilitas perusahaan. Informasi arus kas membantu pengguna dalam memahami
aktivitas operasi, mengevaluasi aktivitas pendanaan dan investasi, menilai likuiditas atau
solvabilitas, serta menafsirkan informasi lain mengenai kinerja keuangan.
• Pengguna dapat menilai perubahan sumber daya ekonomi yang tidak berasal dari kinerja
keuangan. Perubahan sumber daya ekonomi dan lain yang bukan berasal dari kinerja
keuangan, misalnya penerbitan surat utang atau obligasi dan penerbitan saham. Informasi
ini untuk memberikan pemahaman yang lengkap kepada pengguna tentang mengapa
sumber daya ekonomi dan klaim entitas pelapor berubah dan implikasi dari perubahan
tersebut terhadap kinerja keuangan di masa depan.
Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen (stewardship),
atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.
Dengan informasi tersebut pengguna dapat membuat keputusan ekonomi seperti menahan
atau menjual investasi saham perusahaan, atau keputusan untuk mengangkat kembali atau
mengganti manajemen.
Kendala biaya penyusunan
Biaya merupakan kendala besar untuk informasi yang dapat disajikan dalam laporan keuangan.
Penyusunan dan pelaporan informasi keuangan menimbulkan biaya, dan sangatlah penting
bahwa biaya tersebut dapat dijustifikasi melalui manfaat dari pelaporan informasi tersebut.
Asumsi dasar
Asumsi dasar penyusunan laporan keuangan berdasarkan SAK adalah kelangsungan usaha
(going concern). Entitas pelapor diasumsikan akan melanjutkan usahanya di masa depan.
Asumsi kelangsungan usaha tidak terpenuhi jika terdapat maksud atau intensi untuk melikuidasi
entitas atau menghentikan perdagangan, atau tidak memiliki alternatif lain yang realistis selain
melakukannya. Kelangsungan usaha akan terpenuhi jika entitas pelapor tidak akan dilikuidasi
setidak-tidaknya dua belas bulan setelah tanggal pelaporan.
16 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 17

