Page 276 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 276

PELAPORAN KORPORAT



                 9.3 DASAR PENGENAAN PAJAK

                 Terminologi Dasar Pengenaan Pajak (DPP) memiliki pengertian yang berbeda antara fiskal dan
                 akuntansi komersial. Pengertian DPP secara fiskal adalah total jumlah yang akan dikalikan
                 dengan tarif pajak terkait untuk memperoleh nilai pajak terutang. Sedangkan pengertian
                 DPP secara akuntansi komersial adalah jumlah nilai buku fiskal (fiscal book value) dari suatu
                 aset atau liabilitas, yang dapat berbeda dengan jumlah tercatat atau nilai buku komersial
                 (accounting book value) dari aset atau liabilitas tersebut.


                 Pemahaman terhadap DPP secara akuntansi komersial ini sangat penting dalam akuntansi
                 pajak penghasilan berdasarkan PSAK  212. Dalam penghitungan pajak tangguhan, PSAK  212
                       IAI WEB VERSION
                 membandingkan nilai DPP (fiscal book value) dengan jumlah tercatat (accounting book value)
                 untuk menghitung nilai beda temporer yang mengakibatkan timbulnya pajak tangguhan.


                 Contoh perbandingan antara DPP aset dengan jumlah tercatat aset adalah mesin dengan
                 biaya perolehan sebesar Rp100 memiliki akumulasi penyusutan sebesar Rp20. Namun untuk
                 tujuan pajak, akumulasi penyusutan mesin adalah sebesar Rp30. Sehingga DPP mesin adalah
                 sebesar Rp70 sementara jumlah tercatat mesin adalah sebesar Rp80. Dengan demikian terdapat
                 perbedaan temporer sebesar Rp10.


                 Contoh perbandingan antara DPP liabilitas dengan jumlah tercatat liabilitas adalah utang gaji
                 sebesar Rp100 dan beban gaji yang masih harus dibayar dapat dikurangkan untuk tujuan pajak
                 (deductible expense) juga sebesar Rp100. Sehingga baik DPP maupun jumlah tercatat utang gaji
                 memiliki nilai yang sama sebesar Rp100. Dengan demikian tidak terdapat perbedaan temporer.


                 Contoh lain adalah estimasi kewajiban garansi (estimated liability under warranty) sebesar
                 Rp200 dan beban garansi baru dapat dikurangkan untuk tujuan pajak dengan dasar kas.
                 Sehingga DPP estimasi kewajiban garansi sebesar Rp0 sementara jumlah tercatat estimasi
                 kewajiban garansi sebesar Rp200. Dengan demikian terdapat perbedaan temporer sebesar
                 Rp200.

                 9.3.1 Aset dan Liabilitas Pajak Tangguhan


                 Sesuai dengan konsep akuntansi terkait pajak tangguhan yang dirumuskan dalam PSAK  212,
                 pajak tangguhan timbul dari perbedaan temporer. Aset pajak tangguhan timbul dari perbedaan
                 temporer dapat dikurangkan (deductible temporary differences). Sementara liabilitas pajak
                 tangguhan timbul dari perbedaan temporer kena pajak (taxable temporary differences).


                 Konsep pajak tangguhan yang timbul dari perbedaan temporer di atas dikecualikan untuk
                 perbedaan temporer yang berasal dari pengakuan awal aset atau liabilitas dari suatu transaksi
                 yang bukan transaksi kombinasi bisnis dan pada saat transaksi tidak memengaruhi laba atau
                 rugi baik secara komersial (akuntansi) maupun fiskal (pajak). Dengan kata lain, perbedaan
                 temporer yang menimbulkan konsekuensi pajak tangguhan pada saat pengakuan awal aset
                 atau liabilitas, dapat muncul ketika aset atau liabilitas diperoleh dari transaksi kombinasi
                 bisnis. Sementara pengakuan awal aset yang diperoleh dari pembelian biasa atau pengakuan
                 awal liabilitas yang ditimbulkan dari pencairan pinjaman tidak memiliki konsekuensi pajak
                 tangguhan.





                 268                   Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak                Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak       269
   271   272   273   274   275   276   277   278   279   280   281