Page 280 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 280

PELAPORAN KORPORAT




                 Beban Pajak Penghasilan Tangguhan yang menambah total beban pajak perusahaan karena
                 pada tahun 20X5 beban piutang taktertagih menurut akuntansi komersial lebih kecil daripada
                 beban piutang taktertagih fiskal, sehingga laba komersial lebih besar daripada laba fiskal
                 (beban pajak menurut akuntansi komersial lebih besar daripada beban pajak secara fiskal).


                 C. Ilustrasi Penghitungan Liabilitas Pajak Tangguhan

                 Pada awal tahun 20X1, perusahaan membeli peralatan dengan biaya berolehan senilai Rp1.000.
                 Peralatan tersebut memiliki masa manfaat komersial selama 5 tahun, namun secara pajak
                 dikategorikan dalam kelompok dengan masa manfaat fiskal selama 4 tahun.

                 Gambar 9.4 Liabilitas Pajak Tangguhan (Perhitungan depresiasi dan jurnal terkait pajak
                       IAI WEB VERSION
                 tangguhan yang timbul):
                 Biaya Perolehan : 1.000
                 Masa manfaat komersial : 5 tahun
                 Masa manfaat fiskal : 4 tahun
                 Tarif pajak : 25%
                 Tahun depresiasi:                                20X1      20X2     20X3     20X4     20X5
                 Komersial (Allowance)                            200       200      200      200      200
                 Fiskal (Direct write-off)                        250       250      250      250        -
                 Koreksi Fiskal                                   (50)      (50)     (50)     (50)     200


                 Jumlah tercatat                                  800       600      400      200        -
                 DPP                                              750       500      250        -        -
                                                                                               Db       Kr
                 Jurnal Tahun 20X1-20X4
                 Beban Pajak Penghasilan Tangguhan                                            12,50
                 Liabilitas Pajka Tangguhan                                                            12,50
                 Jurnal Tahun 20X5
                 Liabilitas Pajak Tangguhan                                                    50
                 Manfaat Pajak Penghasilan Tangguhan                                                    50



                 Perusahaan menghitung beban depresiasi menggunakan metode garis lurus (straight line)
                 dengan nilai depresiasi komersial = Rp1.000 / 5 = Rp200 per tahun dan nilai depresiasi fiskal
                 = Rp1.000 / 5 = Rp250 per tahun. Dengan demikian, pada akhir tahun 20X1 sampai dengan
                 tahun  20X4  terdapat  koreksi  fiskal  negatif  sebesar  Rp50  per tahun.  Koreksi  fiskal  tersebut
                 merupakan perbedaan temporer karena hanya berasal dari perbedaan cara pengukuran
                 (estimasi masa manfaat) untuk menghitung beban dan akumulasi depresiasi, sementara baik
                 akuntansi komersial maupun fiskal tetap sama-sama mengakui pos depresiasi itu sendiri. Oleh
                 karena itu, bila menggunakan pendekatan koreksi fiskal, maka beda temporer yang berasal
                 dari koreksi fiskal negatif merupakan beda temporer kena pajak.


                 Sedangkan bila menggunakan pendekatan perbandingan DPP dengan jumlah tercatat, maka
                 pada akhir tahun 20X1 sampai dengan tahun 20X4 untuk Ilustrasi 9.4 akan memiliki nilai DPP
                 yang lebih kecil daripada jumlah tercatat. Perbandingan nilai DPP yang lebih kecil daripada
                 jumlah tercatat untuk aset (peralatan) ini merupakan beda temporer kena pajak.







                 272                   Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak                Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak       273
   275   276   277   278   279   280   281   282   283   284   285