Page 42 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 42
PELAPORAN KORPORAT
• Menjelaskan dengan gamblang mengenai sifat sebenarnya dari transaksi bisnis, aset, atau
liabilitas;
• Mengklasifikasikan dan mencatat informasi secara tepat waktu dan dengan cara yang
tepat; dan
• Menyajikan fakta secara akurat dan lengkap dalam semua hal yang material.
Akuntan dapat menghadapi ancaman yang memengaruhi kepatuhannya pada prinsip dasar
etika, seperti:
• Ancaman kepentingan pribadi. Misalnya, bonus kinerja akuntan yang dikaitkan dengan
kinerja keuangan perusahaan dapat menjadi ancaman kepentingan pribadi karena keadaan
tersebut dapat memengaruhi akuntan untuk melaporkan kinerja keuangan yang tinggi
IAI WEB VERSION
agar kepentingan pribadinya untuk memperoleh bonus terpenuhi, walaupun kinerja
keuangan yang dilaporkan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan.
• Ancaman telaah pribadi. Misalnya, penggabungan fungsi penyusunan pengendalian internal
untuk pelaporan keuangan dengan audit internal dapat menjadi ancaman telaah pribadi
karena pada saat auditor internal melakukan audit atas kecukupan pengendalian internal
untuk pelaporan keuangan, auditor internal melakukan penelaahan atas pekerjaan yang
dilakukan oleh rekannya di unit yang sama.
• Ancaman adovaksi. Misalnya, ketika laporan korporat menjadi komponen penting dari
rencana aksi korporasi maka keadaan tersebut dapat menjadi ancaman advokasi karena
akuntan mungkin berupaya menyajikan informasi positif dan menyembunyikan informasi
negatif dalam laporan korporat tersebut.
• Ancaman kedekatan. Misalnya, hubungan keluarga/kekerabatan antara akuntan yang
mereviu dan menyusun laporan dapat menjadi ancaman karena akuntan yang mereviu
dapat terlalu mudah menerima hasil pekerjaan penyusun laporan.
• Ancaman intimidasi. Misalnya, jika kepala divisi pelaporan keuangan perusahaan
mendapat ancaman pemecatan dari direktur keuangan jika menampilkan informasi yang
sesungguhnya.
2.1.4 Mengatasi Permasalahan Etika dalam Pelaporan Korporat
Akuntan perlu merancang dan mengevaluasi perlindungan untuk mengatasi ancaman jika
terdapat permasalahan etika dalam pelaporan korporat. Langkah yang perlu dilakukan oleh
akuntan adalah:
• Akuntan harus menolak untuk, atau tetap dikaitkan dengan, informasi yang dianggap
menyesatkan jika tidak mungkin mengurangi ancaman sampai ke tingkat yang dapat
diterima.
• Akuntan segera mengambil langkah-langkah supaya tidak dikaitkan dengan informasi yang
menyesatkaan sesaat menyadari bahwa ia terkait dengan infromasi yang menyesatkan
tersebut.
3
• Akuntan perlu mempertimbangkan untuk memperoleh nasihat hukum dan mengundurkan
diri dalam menentukan ada tidaknya persyaratan untuk melaporan keadaan informasi
menyesatkan kepada pihak di luar organisasi.
3
Contoh langkah yang dapat dilakukan Akuntan Profesional di Bisnis agar tidak dikaitkan dengan informasi yang menyesaatkan adalah
membuat pernyataan secara tertulis yang menjelaskan bahwa Akuntan Profesional tidak terkait dan tidak bertanggung jawab atas
informasi menyesatkan tersebut dan menyampaikannya kepada pihak-pihak tertentu yang bertanggung jawab atas tata kelola.
34 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 35

