Page 54 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 54
PELAPORAN KORPORAT
Tata kelola atas pelaporan korporat, khususnya laporan keuangan, disebutkan dalam Pedoman
Tata Kelola Perusahaan Terbuka sebagai bagian dari prinsip (4). Disebutkan bahwa pengawasan
dan pemberian nasihat oleh dewan komisaris mencakup antara lain adalah strategi dan
rencana penting perusahaan, integritas laporan keuangan, sistem pengendalian internal, dan
manajemen risiko, pelaporan dan keterbukaan informasi, kepatuhan, dan tata kelola korporat.
Salah satu wujud pelaksanaan prinsip GCG dalam pelaporan korporat adalah penerapan
pengendalian internal atas pelaporan keuangan atau Internal Control over Financial Reporting
(ICFR). ICFR adalah pengendalian yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai
(reasonable assurance) bahwa laporan keuangan perusahaan adalah andal dan disusun sesuai
dengan standar akuntansi yang berlaku.
IAI WEB VERSION
ICFR adalah penerapan komponen-komponen pengendalian internal menurut kerangka
Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO) pada aspek
pelaporan keuangan. Berikut beberapa contoh pokok-pokok penerapan ICFR (CAQ, 2013):
1. Lingkungan pengendalian. Beberapa indikator lingkungan pengendalian yang positif
terhadap pelaporan keuangan adalah pernyataan dan sikap dewan dan manajemen puncak
yang menunjukkan dukungannya terhadap pengendalian yang efektif, penerbitan dan
penegakan kode perilaku perusahaan, serta program pelatihan yang membekali karyawan
untuk dapat mengidentifikasi dan mengatasi isu etika.
2. Aktivitas pengendalian
a. Pemisahan tugas. Contohnya pemisahan tugas antara pihak yang memiliki akses fisik
ke gudang perlengkapan dengan pihak yang mencatat persediaan perlengkapan.
b. Pengendaian preventif dan detektif. Pengendalian preventif dilakukan dengan
membedakan pihak yang memberikan otorisasi pembayaran dengan yang melakukan
pembayaran, dan/atau pembatasan akses terhadap sistem teknologi informasi, dan
lainnya. Pengendalian detektif dilakukan dengan rekonsiliasi catatan keuangan
yang disiapkan oleh dua pihak yang berbeda, dan/atau pengawasan kinerja dengan
membandingkan anggaran dengan realisasi.
c. Pengendalian level entitas dan proses. Pengendalian level entitas misalnya dilakukan
dalam bentuk pengawasan komite audit terhadap pelaporan keuangan atau direktur
keuangan mereviu perbedaan antara anggaran bulanan dan pengeluaran aktual.
Pengendalian level proses misalnya dilakukan pada saat membandingkan dokumen
penerimaan barang dengan faktur dari pemasok sebelum pembayaran kepada pemasok
dilakukan.
Desain dan implementasi ICFR setiap perusahaan dapat berbeda-beda, dipengaruhi oleh
ukuran perusahaan dan ruang lingkup aktivitasnya. Manajemen, dalam hal ini Chief Executive
Officer (CEO), bertanggung jawab penuh atas ICFR. Dewan komisaris, dibantu komite audit,
berperan mengawasi pelaksanaan ICFR tersebut. Auditor eksternal berperan memberikan
asurans independen atas ICFR perusahaan.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpukan bahwa konsep dasar tata kelola pelaporan
korporat mencakup:
1. Keberadaan dan kepatuhan terhadap standar/pedoman yang berkualitas tinggi;
46 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 47

