Page 53 - Sistem Informasi dan Pengendalian - Ikatan Akuntan Indonesia
P. 53

SISTEM INFORMASI
                 DAN PENGENDALIAN INTERNAL                                                                                                                                                   BAB 3: ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP)



                 5.  Tim Implementasi dan Eksekutif
                     Struktur tim implementasi, pemilihan anggota tim implementasi (yang dapat terdiri dari
                     karyawan internal bagian IT, konsultan, atau tenaga ahli dari vendor software ERP yang
                     akan diimplementasikan), dan peran serta tanggung jawab tiap anggota tim implementasi
                     juga merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan implementasi
                     ERP. Sedangkan tim eksekutif berguna untuk mengkomunikasikan perubahan yang terjadi
                     dalam proses bisnis atau kebijakan-kebijakan akibat penerapan ERP kepada seluruh end
                     user yang terkait. Dukungan tim eksekutif juga mencakup komitmen budget untuk proyek
                     implementasi ERP ini.

                     IAI WEB VERSION
                 Sedangkan, berdasarkan jurnal Critical Failure Factors in ERP Implementation (Wong, Ada, et
                 all, 2005: 6-8), ada 3 faktor penting yang dapat menyebabkan kegagalan dalam implementasi
                 ERP. Ketiga faktor tersebut adalah sebagai berikut:

                 1.  Lemahnya efektivitas konsultan
                     Faktor ini berkaitan dengan tim proyek implementasi contohnya konsultan yang memiliki
                     kendala dengan bahasa dan yang kurang berpengalaman dengan sistem ERP seperti tidak
                     memberikan service yang profesional, tidak melakukan BPR (Business Process Reengineering)
                     terhadap gap antara proses bisnis yang ada sekarang dengan sistem ERP, tidak memberikan
                     perencanaan yang jelas dalam testing, tidak mengkonfigurasi sistem ERP sesuai dengan
                     gap dan kebutuhan user. Selain itu, faktor ini berkaitan juga dengan pemberian training
                     yang di bawah standar dari konsultan kepada user.

                 2.  Lemahnya kualitas BPR (Business Process Reengineering)
                     Faktor ini berkaitan dengan masalah tim proyek implementasi ERP yang bingung dengan
                     visi dari BPR dan bingung bagaimana melakukan BPR. Masalah ini ditambah lagi
                     dengan konsultan yang tidak mampu untuk mendampingi dan memberikan masukan
                     bagi tim  proyek  implementasi  untuk  melakukan  BPR.  Tidak  ada  BPR  maka  akan
                     menimbulkan ketidaksesuaian antara konfigurasi sistem ERP dengan sistem ERP yang
                     akan diimplementasikan, dan konfigurasi sistem ERP dapat memakan waktu lebih lama
                     (hal ini juga menambah biaya implementasi). Sehingga, perusahaan menjadi tidak siap
                     untuk menerapkan sistem ERP baru tersebut.

                 3.  Lemahnya efektivitas manajemen proyek
                     Faktor ini berkaitan dengan kegagalan dalam merencanakan, memimpin, mengatur dan
                     mengawasi implementasi ERP. Hal ini dapat terjadi akibat  kekurangan sumber daya
                     manusia dalam tim tersebut dan jadwal aktivitas dalam implementasi yang terlalu ketat
                     dan tidak realistis.






















                 44                    Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak                Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak        45
   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58