Page 51 - Sistem Informasi dan Pengendalian (2 Maret 2026)
P. 51

SISTEM INFORMASI
 DAN PENGENDALIAN INTERNAL DALAM AKUNTANSI                       BAB 3: ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP)



                   Jika ada feedback atau saran dan kritik dari end user, maka tim support harus menampungnya
                   dan menjadikan bahan untuk merancang rencana manajemen perubahan yang lebih baik
                   lagi. Aktivitas-aktivitas lain yang menjadi kunci utama dalam tahapan ini adalah mengenai
                   manajemen pembaharuan (update) dari sistem ERP ini serta mengatur kontrak software
                   dengan vendor.

               3.6  CRITICAL SUCCESS DAN FAILURE FACTORS DARI IMPLEMENTASI
                      ERP

               Menurut Motiwalla dan Thompson (2009:198-201) dalam bukunya yang berjudul Enterprise
               Systems for Management, faktor-faktor penting yang menentukan keberhasilan implementasi
               ERP adalah sebagai berikut:

               1.  Proses Pembuatan Keputusan

                   Pembuatan keputusan harus dilakukan dengan proses yang tepat dan cepat oleh tim
                   implementasi terhadap perbedaan-perbedaan seputar modifikasi yang harus dilakukan
                   pada  software ERP, cara konversi data dan sebagainya. Jika keputusan tidak diambil
                   dengan langkah yang tepat dan cepat, maka keputusan yang diambil dapat mengakibatkan
                   bertambah lebarnya scope proyek implementasi ERP ini sehingga tidak dapat memenuhi
                   goal yang ditetapkan sebelumnya. Keputusan yang diambil ini harus dikomunikasikan
                   kepada seluruh tim implementasi dan end user yang terkait.
               2.  Ruang Lingkup Proyek Implementasi ERP

                   Penentuan ruang lingkup proyek implementasi ERP harus dipikirkan matang- matang
                 IAI WEB VERSION
                   oleh manajer proyek karena jikalau ruang lingkup meluas (scope creep) maka biaya dan
                   waktu proyek implementasi akan bertambah dan kualitas proyek akan berkurang sehingga
                   tidak tercapainya goal yang diinginkan.
               3.  Teamwork

                   Tim implementasi ERP biasanya terdiri dari karyawan-karyawan internal perusahaan,
                   karyawan-karyawan rekrutan baru dan konsultan-konsultan yang memiliki job desk masing-
                   masing yang berbeda-beda. Dimana, tim implementasi ini dikepalai oleh seorang manajer
                   proyek yang bertugas untuk mengarahkan anggota tim implementasi agar mengerjakan
                   implementasi sistem ERP ini sesuai ketentuan yang disepakati sebelumnya. Selain itu,
                   manajer proyek harus memiliki kemampuan untuk dapat membangun kerjasama yang
                   solid dalam tim implementasi ini.

               4.  Manajemen Perubahan
                   Manajemen perubahan adalah hal penting lain yang harus dilakukan oleh manajer
                   proyek  implementasi  ERP  untuk  mendukung  keberhasilan  implementasi  ERP  ini.  Hal
                   ini  dilakukan  karena  banyak  terjadi  pergolakan  dan  penolakan  akan  perubahan  yang
                   drastis  dalam proses  bisnis yang sehari-hari  end user  lakukan akibat penerapan sistem
                   ERP ini. Dalam manajemen perubahan yang harus dilakukan oleh manajer proyek adalah
                   mengkomunikasikan perubahan kepada tim dan end user terkait dengan penerapan sistem
                   ERP ini serta  melakukan  pelatihan  terhadap  end  user mengenai penerapan sistem ERP
                   dan penggunaan software ERP.








 42  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  43
   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56