Page 52 - Sistem Informasi dan Pengendalian (2 Maret 2026)
P. 52
SISTEM INFORMASI
DAN PENGENDALIAN INTERNAL DALAM AKUNTANSI BAB 3: ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP)
5. Tim Implementasi dan Eksekutif
Struktur tim implementasi, pemilihan anggota tim implementasi (yang dapat terdiri dari
karyawan internal bagian IT, konsultan, atau tenaga ahli dari vendor software ERP yang
akan diimplementasikan), dan peran serta tanggung jawab tiap anggota tim implementasi
juga merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan implementasi
ERP. Sedangkan tim eksekutif berguna untuk mengkomunikasikan perubahan yang terjadi
dalam proses bisnis atau kebijakan-kebijakan akibat penerapan ERP kepada seluruh end
user yang terkait. Dukungan tim eksekutif juga mencakup komitmen budget untuk proyek
implementasi ERP ini.
IAI WEB VERSION
Sedangkan, berdasarkan jurnal Critical Failure Factors in ERP Implementation (Wong, Ada, et
all, 2005: 6-8), ada 3 faktor penting yang dapat menyebabkan kegagalan dalam implementasi
ERP. Ketiga faktor tersebut adalah sebagai berikut:
1. Lemahnya efektivitas konsultan
Faktor ini berkaitan dengan tim proyek implementasi contohnya konsultan yang memiliki
kendala dengan bahasa dan yang kurang berpengalaman dengan sistem ERP seperti tidak
memberikan service yang profesional, tidak melakukan BPR (Business Process Reengineering)
terhadap gap antara proses bisnis yang ada sekarang dengan sistem ERP, tidak memberikan
perencanaan yang jelas dalam testing, tidak mengkonfigurasi sistem ERP sesuai dengan
gap dan kebutuhan user. Selain itu, faktor ini berkaitan juga dengan pemberian training
yang di bawah standar dari konsultan kepada user.
2. Lemahnya kualitas BPR (Business Process Reengineering)
Faktor ini berkaitan dengan masalah tim proyek implementasi ERP yang bingung dengan
visi dari BPR dan bingung bagaimana melakukan BPR. Masalah ini ditambah lagi
dengan konsultan yang tidak mampu untuk mendampingi dan memberikan masukan
bagi tim proyek implementasi untuk melakukan BPR. Tidak ada BPR maka akan
menimbulkan ketidaksesuaian antara konfigurasi sistem ERP dengan sistem ERP yang
akan diimplementasikan, dan konfigurasi sistem ERP dapat memakan waktu lebih lama
(hal ini juga menambah biaya implementasi). Sehingga, perusahaan menjadi tidak siap
untuk menerapkan sistem ERP baru tersebut.
3. Lemahnya efektivitas manajemen proyek
Faktor ini berkaitan dengan kegagalan dalam merencanakan, memimpin, mengatur dan
mengawasi implementasi ERP. Hal ini dapat terjadi akibat kekurangan sumber daya
manusia dalam tim tersebut dan jadwal aktivitas dalam implementasi yang terlalu ketat
dan tidak realistis.
44 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 45

