Berita IAI

Di Tengah Gejolak Global, IAI dan IFAC Tegaskan Peran Sentral Profesi Akuntansi dalam Memperkuat Kepercayaan Publik dan Ketahanan Ekonomi

03 Desember 2025 - Siaran Pers



Jakarta, 3 Desember 2025 – Di tengah meningkatnya tekanan global terhadap transparansi, tata kelola, dan kualitas informasi keuangan, kebutuhan akan profesi akuntansi yang kuat dan berintegritas menjadi semakin mendesak. Menjawab tantangan tersebut, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menandai Hari Ulang Tahun ke-68 dengan menegaskan kembali bahwa trust dan accountability merupakan fondasi ketahanan ekonomi nasional. Pada kesempatan yang sama, IAI juga menjadi tuan rumah IFAC Connect Asia Pacific 2025, forum internasional yang mempertemukan para pemimpin profesi akuntansi yang dihadiri oleh lebih dari 35 negara/yurisdiksi anggota International Federation of Accountants (IFAC) untuk membahas masa depan pelaporan, tata kelola, dan keberlanjutan di tengah disrupsi teknologi serta volatilitas ekonomi global.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus dan anggota IAI dari seluruh Indonesia, perwakilan BPK, OJK, Bank Indonesia, Kementerian/Lembaga, organisasi profesi global dan mitra internasional IAI, akademisi, sektor industri, serta komunitas bisnis. Rangkaian acara dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, serta menampilkan keynote speech Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti. Pada kesempatan itu, turut dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman antara BI dan IAI tentang Kerja Sama Pengembangan Standar Akuntansi Keuangan, Standar Pengungkapan Keberlanjutan, dan Profesi Akuntan dalam Mendukung Stabilitas Perekonomian. Peringatan ulang tahun IAI juga diisi inspiring session menampilkan sosok inspiratif Ignasius Jonan, Menteri Kabinet Kerja periode 2024-2029 yang juga merupakan Anggota Dewan Penasihat IAI.

Momentum Penguatan Kompetensi dan Tata Kelola

Dalam pidato kuncinya, Jean Bouquot, President of IFAC, menekankan bahwa dunia berada dalam fase turbulensi yang ditandai fragmentasi ekonomi, risiko geopolitik, dan percepatan transformasi digital. Ia menyampaikan bahwa di tengah dinamika tersebut, profesi akuntansi tetap menjadi jangkar kepercayaan publik.

In turbulent times, the accountancy profession remains united, and that unity provides a harbor of stability. We are united, as a profession, on standing for our principles of integrity, professionalism, and independence. We are united as servants of the public interest, with corresponding oversight from public authorities. We are united across borders, around the world, through international cooperation and collaboration on the most important issues of the day,” ujar Bouquot. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada IAI atas kontribusinya sebagai mitra strategis IFAC dalam memperkuat kualitas profesi secara global dan menjaga kepentingan publik di Indonesia.

Ketua Dewan Pengurus Nasional IAI, Ardan Adiperdana, menegaskan bahwa ekosistem akuntansi yang etis, kompeten, dan teregulasi baik berkontribusi langsung terhadap stabilitas ekonomi. Hal ini sejalan dengan temuan komparatif IFAC yang menunjukkan bahwa yurisdiksi dengan profesi akuntansi yang kuat cenderung memiliki ketahanan ekonomi lebih baik. Selama hampir tujuh dekade, IAI menjalankan peran sebagai penjaga standar, termasuk mengembangkan dan mengelola Standar Akuntansi Keuangan (SAK) serta Standar Pengungkapan Keberlanjutan (SPK). Sebagai standard setter nasional selama lebih dari 52 tahun, SAK yang diterbitkan IAI kini digunakan oleh hampir seluruh entitas bisnis di Indonesia. IAI berharap dukungan regulator terus diperkuat untuk memaksimalkan mandat strategis ini.


Pada kesempatan itu, IAI juga mengumumkan inisiatif penggalangan dana untuk membantu korban bencana di Sumatera. Proses pengumpulan dana telah dimulai sejak rangkaian acara pagi hari dan akan dilanjutkan hingga malam Gala Dinner sebagai wujud solidaritas komunitas akuntansi terhadap masyarakat yang terdampak.

CEO IFAC, Lee White, menyoroti bahwa Asia-Pasifik berada di pusat transformasi ekonomi global, namun tingkat kepercayaan terhadap pasar dan institusi semakin tertekan. “Asia-Pacific is at the center of global economic transformation, yet trust in markets and institutions has never been more fragile. The accountancy profession must lead, proactively and decisively, in shaping resilient financial systems, ensuring credible and consistent reporting, and preparing talent for a world defined by digital and geopolitical disruption. IFAC Connect AsiaPac brings the region together to confront these challenges with clarity, collaboration, and shared purpose.”

Selama dua hari penyelenggaraan, IFAC Connect Asia Pacific 2025 menghadirkan diskusi mengenai masa depan pelaporan korporat, jalur kualifikasi profesi, kepemimpinan perempuan dalam dunia akuntansi, hingga governance dan ethical oversight terhadap teknologi dan kecerdasan buatan. Forum ini diharapkan menghasilkan refleksi bersama para pemimpin kawasan mengenai penguatan relevansi dan ketangguhan profesi di masa depan.

Sejalan dengan agenda transformasi ekonomi Indonesia, profesi akuntansi memainkan peran penting dalam menjaga kredibilitas informasi keuangan dan non-keuangan, memperkuat tata kelola, serta memastikan transparansi yang diperlukan untuk menarik investasi dan meningkatkan daya saing pasar modal. Penguatan ekosistem pelaporan nasional semakin ditegaskan melalui PP No. 43 Tahun 2025, turunan dari UU P2SK, yang menekankan pentingnya kompetensi akuntansi dan integritas bagi seluruh penyusun laporan keuangan untuk menjamin kualitas informasi yang dapat dipercaya publik.

Ardan Adiperdana menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pelaksanaan IFAC Connect Asia Pacific 2025 di Jakarta mencerminkan meningkatnya posisi Indonesia sebagai kontributor penting dalam percakapan global mengenai standar, tata kelola, dan keberlanjutan. “Menandai 68 tahun perjalanan profesi, IAI mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat komitmen terhadap integritas, transformasi, dan kepentingan publik, agar profesi akuntansi tetap menjadi penjaga kepercayaan dalam menghadapi tantangan masa depan.”

Tentang IAI

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) adalah organisasi profesi akuntan yang menaungi seluruh akuntan di Indonesia yang tersebar di 34 provinsi. IAI merupakan anggota dan pendiri International Federation of Accountants (IFAC) dan ASEAN Federation of Accountants (AFA), serta associate member Chartered Accountants Worldwide (CAW).

Untuk menjaga integritas dan profesionalisme akuntan Indonesia, IAI menerbitkan Kode Etik Akuntan Indonesia. Sebagai standard setter, IAI menyusun dan menetapkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku di Indonesia.

Informasi lebih lanjut tentang IAI, kunjungi www.iaiglobal.or.id, atau email ke iai-info@iaiglobal.or.id

WA Official IAI: +628 111 055 141