Navigate to:
11 November 2025 - Siaran Pers

Jakarta, 10 November 2025 — Di tengah percepatan transformasi digital, perubahan geopolitik, dan tuntutan keberlanjutan global, profesi akuntan dituntut untuk beradaptasi menjadi penggerak keandalan ekonomi dan penjaga kepercayaan publik. Dalam momentum International Accounting Day yang bertepatan dengan Grand Final Aspiring Professional Accountants Festival (APAFest) 2025, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menegaskan komitmennya untuk menyiapkan generasi akuntan muda yang tangguh, berintegritas, dan siap menghadapi disrupsi global.
Dengan mengusung tema “Future-Ready Accountants: Navigating Global Challenges,” APAFest menjadi wadah strategis bagi mahasiswa akuntansi berprestasi dari seluruh Indonesia untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka sekaligus memperkuat peran profesi akuntansi sebagai guardian of trust dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas ekonomi nasional.
Ketua Dewan Pengurus Nasional IAI, Ardan Adiperdana, menegaskan bahwa akuntan masa depan tidak lagi sekadar number crunchers, tetapi juga harus menjadi strategic advisors, guardians of trust, dan difference-makers di tengah dinamika ekonomi yang semakin kompleks. “Profesi akuntan kini berada di garis depan transformasi, di mana digitalisasi, keberlanjutan, dan tata kelola yang baik menjadi pendorong utama masa depan ekonomi,” ujarnya.
Ardan menambahkan, sebagaimana ditekankan oleh International Federation of Accountants (IFAC), akuntan masa depan harus menguasai kombinasi kompetensi teknis dan digital, etika dan orientasi publik, wawasan strategis, sustainability mindset, serta kemampuan adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota III BPK RI sekaligus Anggota Dewan Pengawas IAI, Akhsanul Khaq, menyampaikan bahwa profesi akuntan kini berada di titik krusial perubahan global. “Kepercayaan (trust) adalah inti dari profesi akuntan, menjadi penjamin kredibilitas laporan keuangan dan tata kelola publik,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2025 tentang Pelaporan Keuangan, yang menjadi tonggak baru bagi ekosistem pelaporan keuangan nasional. Regulasi ini memastikan setiap laporan keuangan disusun oleh profesional yang kompeten, berpengalaman, dan berintegritas tinggi. “Teknologi hanyalah enabler, tetapi kredibilitasnya tetap dijaga oleh manusia, para akuntan yang berintegritas,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif IAI, Elly Zarni Husin, menyampaikan bahwa penyelenggaraan APAFest tahun ini mencatat lebih dari 2.000 peserta yang mengikuti berbagai rangkaian kegiatan. Di antaranya terdapat 198 mahasiswa akuntansi berprestasi yang berkompetisi dalam dua ajang utama: APA Championship (APAChamp) dan National APA Award. Dari ajang APAChamp, 165 peserta yang terbagi dalam 33 tim dari 25 perguruan tinggi di 12 provinsi telah melalui babak seleksi ketat hingga terpilih 6 tim terbaik yang berlaga di babak grandfinal. Sementara itu, 5 finalis National APA Award juga berkompetisi mempresentasikan prestasi dan paper terbaik mereka untuk meraih predikat National APA Award Winner 2025.
Tampil sebagai pemenang kompetisi bisnis APAChamp adalah tim Audit Baddies dari Universitas Sampoerna, Jakarta, dan pemenang kompetisi National APA Award adalah Nicholas Soesilo, mahasiswa akuntansi berprestasi dari Universitas Airlangga, Surabaya.

Rangkaian kegiatan ini melibatkan berbagai mitra strategis seperti Chartered Accountants Worldwide (CAW), ASEAN Federation of Accountants (AFA), dan jurusan akuntansi dari perguruan tinggi unggulan dari seluruh Indonesia. Selain menjadi ajang kompetisi, APAFest juga berfungsi sebagai sarana pembinaan talenta muda IAI. Melalui program Corporate Partner Visit, Webinar Series, dan Video Reels Challenge, peserta memperoleh pengalaman langsung dari para profesional dan pemimpin industri, memperkuat jembatan antara dunia pendidikan dan praktik profesional.
Acara Grand Final APAFest 2025 turut dihadiri oleh berbagai tokoh nasional dan global, antara lain Prof. Moermahadi Soerja Djanegara (Ketua Dewan Penasihat IAI), Prof. Mardiasmo (Ketua Dewan Pengawas IAI), Sophia Wattimena (Ketua Dewan Audit merangkap Dewan Komisioner OJK/Dewan Pengawas IAI), Ainslie van Onselen (Chair of CAW) dan Ignasius Jonan (Dewan Penasihat IAI), serta jajaran pengurus dan anggota IAI.
Menutup rangkaian acara, Ardan menyampaikan pesan reflektif, “APAFest dan International Accounting Day mengingatkan kita bahwa profesi akuntansi bukan sekadar tentang angka, tetapi tentang menjaga kepercayaan publik, menegakkan integritas, dan membangun masa depan bangsa yang berkelanjutan.” Momentum ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, menegaskan bahwa akuntan masa depan Indonesia harus menjadi trustkeepers, pahlawan kepercayaan publik yang berlandaskan etika, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam membangun bangsa yang tangguh dan berdaya saing global.
Tentang IAI
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) adalah organisasi profesi akuntan yang menaungi seluruh akuntan di Indonesia yang tersebar di 34 provinsi. IAI merupakan anggota dan pendiri International Federation of Accountants (IFAC) dan ASEAN Federation of Accountants (AFA), serta associate member Chartered Accountants Worldwide (CAW).
Untuk menjaga integritas dan profesionalisme akuntan Indonesia, IAI menerbitkan Kode Etik Akuntan Indonesia. Sebagai standard setter, IAI menyusun dan menetapkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku di Indonesia.
Informasi lebih lanjut tentang IAI, kunjungi www.iaiglobal.or.id, atau email ke iai-info@iaiglobal.or.id
WA Official IAI: +628 111 055 141