Navigate to:
18 Februari 2025 - Siaran Pers

(Jakarta, 18 Februari 2025) – Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), yang merupakan organisasi profesi akuntansi di Indonesia yang menaungi Akuntan Profesional dengan beragam latar belakang termasuk Akuntan sektor publik, menerima kunjungan studi General Court of Audit (GCA) dari Kerajaan Saudi Arabia di Grha Akuntan IAI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat. Delegasi GCA KSA berjumlah 26 orang dipimpin oleh Mr. Abdulaziz Ibrahim Hamad Alabbas selaku kepala delegasi. GCA KSA merupakan counterpart dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Turut mendampingi dalam kunjungan ini rombongan dari BPK RI sejumlah 7 orang yang dipimpin oleh Firdaus Amyar selaku Kepala Pusat Akademik dan Teknologi Pembelajaran Badiklat PKN BPK.
Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) IAI, Ardan Adiperdana, CA menyambut langsung kehadiran delegasi GCA KSA dan BPK RI, didampingi oleh anggota DPN IAI, Prof. Sidharta Utama, CA yang juga adalah Board Member of International Federation of Accountants (IFAC) dan Prof. Lindawati Gani, CA yang juga adalah Member of Professional Accountant in Business Action Group (PAIB AG) IFAC dan Anggota Majelis Kehormatan dan Kode Etik (MKKE) BPK RI. Turut hadir pula Ketua Kompartemen Akuntan Sektor Publik (KASP) IAI, Heru Subowo, CA yang juga adalah Staf Ahli BPK RI beserta pengurus KASP IAI dan manajemen eksekutif IAI.
Ketua DPN IAI, Ardan Adiperdana menyambut kunjungan delegasi GAC KSA ini dengan harapan dapat meningkatkan Kerjasama dan kolaborasi dalam rangka pertukaran pengetahuan, best practices, dan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi Akuntan sektor publik.

Anggota DPN IAI sekaligus IFAC Board Member, Prof. Sidharta Utama, CA menyampaikan pemaparan singkat mengenai peran strategis IAI sebagai organisasi profesi akuntan terbesar di Indonesia yang didirikan pada tahun 1957. IAI berperan besar untuk mengembangkan kompetensi Akuntansi profesional yang berstandar global melalui Sertifikasi Charetered Accountant (CA) Indonesia, mengingat IAI merupakan anggota dan pendiri dari International Federation of Accountants (IFAC) dan ASEAN Federation of Accountants (AFA).
Prof Sidharta, yang juga memamparkan bahwa selama lebih dari 50 tahun IAI juga telah menjalankan tugas sebagai standard-setter, dimulai dari pengesahan Prinsip Akuntan Indonesia (PAI) pada tahun 1973 menyongsong reaktivitasi Pasar Modal Indonesia, yang kemudian berubah menjadi Standar Akuntansi Keuangan pada tahun 1994 yang mengadopsi standar global International Accounting Standards (IAS) dan International Financial Reporting Standards (IFRS). Guru Besar FEB Universitas Indonesia itu juga menyebutkan dengan semakin berkembangnya kebutuhan pelaporan dan pengungkapan berkelanjutan (sustainability disclosure reporting), IAI juga berinisiasi membentuk Dewan Pemantau Standar Keberlanjutan (DPSK) dan Dewan Standar Keberlanjutan (DSK). Pada akhir 2024 lalu DSK IAI telah menerbitkan Peta Jalan Standar Keberlanjutan dan Draf Eksposur Standar Pengungkapan Keberlanjutan 1 dan 2, yang diadopsi dari IFRS S1-S2 yang dikeluarkan ISSB.
Ketua KASP IAI, Hery Subowo menggarisbawahi peran strategis IAI dalam perkembangan Akuntansi sektor publik di Indonesia. Dengan lebih dari 20% dari anggota IAI bekerja di sektor pemerintahan, KASP IAI telah menjalankan serangkaian program maupun aktivitas untuk meningkatkan kompetensi akuntan sektor publik. Secara informal, KASP IAI menjadi jembatan antara Komite Standar Akuntansi Pemerintah dengan para pengguna Standar Akuntansi Pemerintah, seperti melalui peningkatan kompetensi melalui Sertifikasi Certified Government Accountant Associate (CGAA) dan Certified Government Accountant Expert (CGAE), serta beragam kegiatan diskusi dan pelatihan. Selain itu Ketua DPN IAI secara ex-officio menjadi anggota Komite Konsultatif KSAP.
Secara khusus Staf Ahli BPK RI itu juga menyebutkan setidaknya terdapat enam (6) bidang kegiatan yang diselenggarakan KASP IAI terkait dengan kebijakan pemerintah dalam bidang akuntansi sektor publik, seperti kajian perbaikan pengelolaan keuangan dana desa, transparansi pelaporan dana kampanye Bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, rekomendasi terhadap peraturan pemerintah terkait Standar Akuntansi Pemerintah SAP), formulasi rekomendasi atas United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) sebagai bagian dari upaya pemberantasan korupsi bersama KPK, dukungan atas implementasi Akuntasi berbasis Akrual di sektor publik, dan perumusan policy brief atas manajemen BLU/BLUD. Dengan demikian KASP IAI telah memfasilitas kolaborasi IAI Bersama dengan beragam pemangku kepentingan di sektor publik, seperti Kementerian, Lembaga negara, maupun pemerintah provinsi dan kota/kabupaten.

Setelah dilakukan tanya jawab singkat antara delegasi bersama ketua dan DPN IAI, acara kunjungan studi GAC KSA ini diakhiri dengan penyerahan cenderemata dan foto bersama. BPK RI yang diwakili Kepala Pusat Akademik dan Teknologi Pembelajaran Badiklat PKN BPK. Firdaus Amyar mengapresiasi IAI yang menyambut kunjungan studi GAC KSA ini sembari berharap dapat memberikan masukan terhadap peran strategis organisasi profesi dalam praktik akuntansi sektor publik.
Tentang IAI
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) adalah organisasi profesi akuntan yang menaungi seluruh akuntan di Indonesia yang tersebar di 34 provinsi. IAI merupakan anggota dan pendiri International Federation of Accountants (IFAC) dan ASEAN Federation of Accountants (AFA), serta associate member Chartered Accountants Worldwide (CAW).
Untuk menjaga integritas dan profesionalisme akuntan Indonesia, IAI menerbitkan Kode Etik Akuntan Indonesia. Sebagai standard setter, IAI menyusun dan menetapkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku di Indonesia.
Informasi lebih lanjut tentang IAI, kunjungi www.iaiglobal.or.id, atau email ke iai-info@iaiglobal.or.id