Berita IAI

Peluncuran ISRF dan Reporting Outlook 2026: IAI Perkuat Arah Transisi Ekosistem Pelaporan Keuangan dan Keberlanjutan

12 Februari 2026 - Siaran Pers



Jakarta, 12 Februari 2026 – Penguatan ekosistem pelaporan yang terintegrasi dan kredibel menjadi prasyarat utama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan serta meningkatkan kualitas pengambilan keputusan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Dalam konteks tersebut, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) meluncurkan Indonesia Sustainability Reporting Forum (ISRF) pada rangkaian International Seminar: Reporting Outlook 2026 and Strengthening Sustainability Practices in Indonesia. Inisiatif ini sekaligus menegaskan peran IAI sebagai hub of sustainability—pusat orkestrasi kolaborasi, pengembangan standar, penguatan kapasitas, serta penyelarasan praktik keberlanjutan di Indonesia.

Peluncuran ISRF menandai langkah strategis IAI dalam membangun platform kolaboratif lintas pemangku kepentingan guna memperkuat konsistensi, kredibilitas, dan integrasi pelaporan keberlanjutan di Indonesia. Ketua ISRF, Ignasius Jonan, menyampaikan bahwa ISRF dirancang sebagai convening platform yang mempertemukan regulator, otoritas, pelaku usaha, lembaga keuangan, investor, akademisi, dan profesi untuk menyelaraskan arah kebijakan serta praktik pelaporan keberlanjutan nasional.

“Forum ini diproyeksikan menjadi ruang dialog jangka panjang untuk mengurangi fragmentasi kebijakan, membangun harmonisasi pemahaman, dan mendorong integrasi aspek keberlanjutan dalam strategi serta tata kelola perusahaan—sejalan dengan target Indonesia menuju Net Zero Emissions 2060,” ujar menteri Kabinet Kerja 2014-2019 yang juga Anggota Dewan Penasihat IAI.

Seminar internasional ini diselenggarakan IAI bekerja sama dengan IFRS Foundation dan Bank Indonesia sebagai wujud komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem pelaporan yang selaras dengan praktik global. Kolaborasi tersebut menegaskan pentingnya konektivitas antara pelaporan keuangan dan pengungkapan keberlanjutan sebagai fondasi stabilitas sistem keuangan dan ketahanan ekonomi nasional.

Ketua Dewan Pemantau Standar Keberlanjutan IAI, Rosita Uli Sinaga, menegaskan bahwa meningkatnya tuntutan terhadap praktik bisnis berkelanjutan menuntut tersedianya informasi keberlanjutan yang andal, konsisten, dan dapat diperbandingkan. “Pelaporan tidak lagi dipandang semata sebagai kewajiban kepatuhan administratif, melainkan sebagai fondasi strategis dalam membangun kepercayaan pasar, meningkatkan akses pembiayaan, serta memperkuat daya saing global perusahaan Indonesia,” ujar Rosita, yang juga Anggota Dewan Pengurus Nasional IAI.

Melalui peluncuran ISRF dan penyelenggaraan Reporting Outlook 2026, IAI menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ruang dialog strategis yang tidak hanya membahas perkembangan standar, tetapi juga implikasinya terhadap tata kelola, manajemen risiko, sistem informasi, dan strategi pembiayaan. Sinergi antara organisasi profesi, regulator, otoritas, dan pelaku usaha diyakini menjadi kunci dalam membangun ekosistem pelaporan Indonesia yang terintegrasi, transparan, dan berintegritas, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam arsitektur pelaporan keberlanjutan global.

Perkembangan Terkini Standar Keberlanjutan Global

Dalam sesi seminar, Neil Stewart, Director of Corporate Outreach IFRS Foundation, memaparkan perkembangan adopsi dan implementasi IFRS Sustainability Disclosure Standards yang diterbitkan oleh International Sustainability Standards Board (ISSB). Hingga akhir 2025, puluhan yurisdiksi telah mengadopsi atau berada dalam proses integrasi IFRS S1 dan IFRS S2 ke dalam kerangka regulasi nasional. Perkembangan ini mencerminkan konvergensi global menuju standar pengungkapan keberlanjutan yang konsisten, dapat dibandingkan, dan berorientasi pada kebutuhan investor.

ISSB juga menegaskan fokusnya pada dukungan implementasi IFRS S1 dan IFRS S2 melalui penerbitan materi edukatif dan klarifikasi teknis sepanjang 2025, termasuk terkait pengungkapan emisi gas rumah kaca (GHG), transition plans, dampak keuangan yang diantisipasi, serta penggunaan panduan berbasis industri. Selain itu, agenda pengembangan standar lanjutan mencakup isu nature-related disclosures dan riset mengenai human capital, sebagai respons terhadap kebutuhan informasi investor global yang terus berkembang.

Di tingkat nasional, Dewan Standar Keberlanjutan (DSK) IAI memaparkan perkembangan Standar Pengungkapan Keberlanjutan (SPK) tahun 2025, agenda kerja 2026, serta isu kesiapan implementasi menuju 2027. DSK menekankan pentingnya kesiapan sistem, data, dan tata kelola di tingkat entitas agar transisi menuju pelaporan keberlanjutan yang terintegrasi dapat berjalan secara tertib, konsisten, dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan maupun perekonomian nasional.

Pada sisi pelaporan keuangan, Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) IAI dan Dewan Standar Akuntansi Syariah (DSAS) IAI menyampaikan perkembangan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) tahun 2025 dan agenda 2026, termasuk isu-isu utama dalam dinamika nasional dan internasional. Paparan tersebut menegaskan bahwa ekosistem pelaporan Indonesia tengah berada dalam fase transisi yang dipengaruhi oleh perubahan lanskap bisnis, perkembangan teknologi, serta dinamika kebijakan global dan domestik.


Tentang IAI

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) adalah organisasi profesi akuntan yang menaungi seluruh akuntan di Indonesia yang tersebar di 34 provinsi. IAI merupakan anggota dan pendiri International Federation of Accountants (IFAC) dan ASEAN Federation of Accountants (AFA), serta associate member Chartered Accountants Worldwide (CAW).

Untuk menjaga integritas dan profesionalisme akuntan Indonesia, IAI menerbitkan Kode Etik Akuntan Indonesia. Sebagai standard setter, IAI menyusun dan menetapkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku di Indonesia.

Informasi lebih lanjut tentang IAI, kunjungi www.iaiglobal.or.id, atau email ke iai-info@iaiglobal.or.id

WA Official IAI: +628 111 055 141