Berita IAI

Siaran Pers - Jokowi Dukung Sertifikasi Akuntan untuk Tingkatkan Daya Saing Bangsa

11 Desember 2018 - Siaran Pers


(Jakarta, 11 Desember 2018) - Presiden RI, Ir. Joko Widodo mendukung program Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk mempercepat program sertifikasi agar akuntan di Indonesia memiliki kreativitas, keterampilan, inovasi dan daya saing. Hal tersebut diungkapkan Presiden ketika membuka secara resmi acara Kongres XIII IAI dan Peringatan HUT ke-61 IAI di Istana Negara, Selasa (11/12/2018).

Menurut Presiden Jokowi, sertifikasi akuntan mendorong penciptaan ekosistem pemeriksaan keuangan yang akuntabel, efisien, dan cepat. Jokowi menyebut, akuntan memiliki peran penting untuk pembangunan yang berkesinambungan karena ekonomi negara yang sehat dan efisien harus memenuhi prinsip transparansi dan akuntabilitas.

"Di sini lah letak peran sentral akuntan, agar ekonomi negara dikelola dengan sehat," Presiden menekankan kepada seluruh undangan yang hadir.

Lebih lanjut Presiden Jokowi mengatakan, akuntabilitas adalah kata kunci dalam pengelolaan keuangan, baik pengelolaan keuangan negara maupun keuangan perusahaan atau korporasi. Menurut Jokowi, akuntabilitas tidak hanya menyajikan laporan keuangan yang wajar tapi juga berfungsi bagi pemangku kepentingan agar terhindar dari upaya penyelewengan dan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan.

Jokowi menginginkan sistem akuntansi saat ini tidak hanya efektif dalam membangun kepatutan, tetapi juga etika sosial. "Sistem akuntansi yang membangun etika sosial termasuk etika dalam birokrasi dan korporasi, menghargai kesederhanaan, moralitas publik, keadilan sosial, dan dipandu dengan keteladanan kita semua," jelas Presiden Jokowi.

Pada acara pembukaan Kongres ke-13 IAI itu, Ketua Dewan Pengurus Nasional IAI, Prof. Mardiasmo di hadapan presiden melaporkan bahwa IAI mendukung upaya peningkatan profesionalisme SDM Indonesia, agar bisa optimal berkarya mendukung pembangunan berkelanjutan yang efisien dan transparan. Melalui sertifikasi Chartered Accountants (CA) yang kini merupakan identitas Akuntan Profesional Indonesia dan telah mendapat pengakuan kualitas secara global, IAI akan terus berada di garda terdepan untuk menciptakan profesi akuntan yang kuat dan berintegritas. 

Saat ini, 589 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia meluluskan sekitar 35 ribu lulusan akuntansi setiap tahun. Indonesia merupakan penghasil lulusan akuntansi terbesar di Asia Tenggara, dengan kontribusi mencapai 45% dari total mahasiswa lulusan akuntansi ASEAN.  Melalui program Aspiring Professional Accountant Festival, IAI telah menjaring bibit-bibit unggul yang akan ditempa menjadi akuntan profesional masa depan. Pengembangan Pendidikan Vokasi di Indonesia, juga merupakan salah satu fokus IAI pada saat ini. IAI ikut berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum SMK dan pelatihan bidang Akuntansi Keuangan terhadap para guru/staf pengajar SMK. 

Fokus pada Substansi

Pada kesempatan yang sama, Presiden juga meminta IAI menyiapkan prosedur penyusunan laporan pertanggungjawaban yang mengutamakan substansi, kecepatan, dan efisiensi. Menurut Presiden, pemerintah tidak boleh terperangkap dalam sistem administrasi yang berorientasi pada prosedur berbelit. "Bagaimana bisa memotong agar bisa cepat, karena menurut saya, prinsip akuntansi kan cepat, murah, aman. Bukan berorientasi pada prosedur yang berbelit-belit," ujar Presiden.

Presiden mengemukakan bahwa administrasi negara harus disederhanakan agar pimpinan kementerian/lembaga pemerintah daerah bisa merespons cepat perubahan global. Menurutnya, efisiensi, akuntabilitas, kecepatan, dan orientasi pada hasil merupakan hal yang penting dalam pengelolaan keuangan. Karena itu, ia mengajak berbagai pihak untuk membangun ekosistem agar bisa melangkah lebih cepat, baik di lembaga pemerintahan maupun sektor privat.

Salah satunya dilakukan melalui sinergi antara akuntabilitas, efisiensi, orientasi hasil, dan kecepatan. Menurut Presiden, akuntansi harus bisa mempermudah langkah yang membuat pelakunya terhindar dari jebakan-jebakan dan kesalahan.

Tentang IAI

IAI adalah organisasi profesi yang menaungi seluruh akuntan di Indonesia. IAI didirikan pada tanggal 23 Desember 1957 dilandasi semangat kebangsaan Akuntan Indonesia pada masa awal kemerdekaan RI. IAI merupakan anggota dan pendiri International Federation of Accountants (IFAC) dan ASEAN Federation of Accountants (AFA). Saat ini IAI juga menjadi anggota Chartered Accountants Worldwide (CAW), organisasi profesi yang menaungi akuntan profesional dengan designasi Chartered Accountant (CA) di seluruh dunia. 

Untuk informasi lebih lanjut tentang IAI, kunjungi www.iaiglobal.or.id atau hubungi 021 31904232 ext.626.